BRMP Aceh Dampingi Percepatan Pemulihan Sektor Pertanian Pascabencana di Pidie
Pidie, 26 Agustus 2026 — Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Aceh memperkuat pendampingan pemulihan sektor pertanian pascabencana di Kabupaten Pidie. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan berbagai program dan bantuan pemerintah dapat segera direalisasikan serta memberikan manfaat nyata bagi petani yang terdampak.
Pendampingan percepatan pemulihan dampak bencana tersebut dilaksanakan di Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Pidie dan dihadiri Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pidie Hasballah, Kepala BRMP Aceh, Katim Kerja Kabupaten Pidie Hayatun, serta sejumlah ketua kelompok tani.
Pertemuan membahas langkah percepatan pelaksanaan berbagai program pemulihan sektor pertanian, sekaligus mengidentifikasi kebutuhan dan kesiapan di lapangan. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu petani kembali menjalankan usaha tani secara optimal dan memulihkan produktivitas pertanian di wilayah terdampak.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pidie Hasballah menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah, khususnya Kementerian Pertanian, atas perhatian dan dukungan yang diberikan dalam proses pemulihan sektor pertanian pascabencana.
Menurutnya, sejumlah program telah disiapkan untuk mendukung pemulihan pertanian di Kabupaten Pidie, antara lain optimalisasi lahan, rehabilitasi lahan sawah, pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi tersier, pembangunan jalan usaha tani, bantuan irigasi perpompaan (Irpom), bantuan pakan ternak, serta dukungan hilirisasi perkebunan.
“Pada prinsipnya, kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah, khususnya Kementerian Pertanian, atas berbagai bantuan dan program yang diberikan dalam rangka pemulihan dampak bencana. Kami berharap bantuan ini dapat segera direalisasikan dan benar-benar memberikan manfaat bagi para petani di Kabupaten Pidie,” ujar Hasballah.
Sementara itu, Kepala BRMP Aceh menegaskan bahwa percepatan pelaksanaan menjadi hal penting agar berbagai program yang telah direncanakan tidak berhenti pada tahap perencanaan, tetapi segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Kami sangat mengharapkan agar seluruh proses realisasi kegiatan dapat dipercepat. Jangan sampai bantuan yang sudah diprogramkan terlambat dirasakan manfaatnya oleh petani. Kita harus bersama-sama mengawal dan memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai rencana, sehingga dampak positif dari program pemulihan ini benar-benar dirasakan oleh masyarakat, khususnya petani,” tegasnya.
BRMP Aceh akan terus memperkuat koordinasi dan pendampingan bersama Pemerintah Kabupaten Pidie, Dinas Pertanian, serta kelompok tani untuk mengawal pelaksanaan program pemulihan di lapangan. Sinergi antarpihak dinilai penting untuk memastikan setiap program dapat berjalan secara efektif, tepat sasaran, dan sesuai dengan kebutuhan petani.
Pemulihan sektor pertanian tidak hanya berkaitan dengan pengembalian fungsi lahan, tetapi juga mencakup perbaikan infrastruktur pendukung, ketersediaan air, dukungan bagi subsektor peternakan, hingga penguatan hilirisasi. Karena itu, percepatan berbagai program tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan aktivitas usaha tani sekaligus mendukung perekonomian masyarakat Kabupaten Pidie.
Melalui pendampingan yang berkelanjutan, BRMP Aceh berkomitmen untuk terus mengawal implementasi program pemerintah di bidang pertanian di daerah, sehingga upaya pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat dan memberikan dampak nyata bagi petani serta masyarakat Kabupaten Pidie.