Memperkuat Akar Ketahanan Pangan: Sinergi Lintas Sektoral di Pidie Jaya
Upaya mewujudkan kedaulatan pangan nasional membutuhkan kolaborasi nyata di tingkat dasar. Pada tanggal 26 hingga 27 Agustus 2026, Kabupaten Pidie Jaya menjadi saksi komitmen bersama dalam agenda Pendampingan Swasembada Pangan Berkelanjutan. Kegiatan ini dirancang untuk menyelaraskan langkah strategis antara pemerintah daerah, tenaga pendamping lapangan, aparatur keamanan, dan para petani sebagai ujung tombak produksi.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini dihadiri langsung oleh jajaran kepemimpinan dan pemangku kepentingan kunci, diantaranya Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Pidie Jaya: Dihadiri oleh Kepala Dinas serta Kepala Bidang Program yang memberikan arahan kebijakan, strategi penganggaran, dan target operasional daerah; Ketua Tim Kerja (Katimker): Memimpin koordinasi teknis dan evaluasi ketercapaian program pendampingan di lapangan; Penyuluh Pertanian & Babinsa: Sinergi lini depan yang mengawal penerapan teknologi budidaya, efisiensi irigasi, serta pendampingan kebiasaan tanam petani secara intensif; Petani & Ketua Kelompok Tani: Perwakilan konstituen utama yang aktif menyampaikan aspirasi, kendala sarana prasarana, serta kesiapan dalam mengadopsi pola tanam berkelanjutan.
Fokus pembahasan dan peninjauan lapangan mengarah pada beberapa prioritas kerja, seperti: Optimasi Lahan & Sarana Produksi: Memastikan ketersediaan benih unggul, pupuk tepat sasaran, dan keandalan sistem irigasi di area persawahan Pidie Jaya; Penguatan Peran Babinsa dan Penyuluh: Mengoptimalkan pengawasan dan pengawalan berkesinambungan dari persaingan hama hingga proses panen; Kemitraan Kelompok Tani: Memperkuat kelembagaan kelompok tani agar lebih mandiri dalam mengelola manajemen produksi dan pascamasa panen.
Melalui pendampingan terpadu ini, Pidie Jaya tidak hanya menargetkan peningkatan produktivitas hasil panen, tetapi juga membangun fondasi swasembada pangan yang tangguh, mandiri, dan berkelanjutan untuk masa depan.