Pengukuhan Brigade Pangan di Pidie Jaya
[Pidie Jaya, 29 Agustus 2025] Brigade Pangan menjadi salah satu program utama di Kementan dalam upaya transformasi kelembagaan pertanian modern untuk mendukung program swasembada pangan. Kabupaten Pidie Jaya menjadi salah satu wilayah yang melaksanakan program optimalisasi lahan (Oplah) non rawa seluas 1.000 Ha. Pengukuhan BP yang dihadiri oleh Direktur Polikteknik Enginering Pertanian Indonesia (PEPI), Kadis Pertanian dan Pangan Kabupaten Pidie Jaya, Kodim 0102 Pidie, Kepala Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Aceh, Penanggungjawab swasembada pangan Kabupaten Pidie Jaya, Kepala Bidang Penyuluhan, Koordinator BPP, Penyuluh dan Pengurus BP se Kabupaten Pidie Jaya di Aula Dinas Partanian dan Pangan, Pidie Jaya pada hari Jumat, 29 Agustus 2025.
Kepala BRMP Aceh, Dr. Rachman Jaya, S.Pi., M.Si dalam sambutannya menyampaikan bahwa Brigade Pangan salah satu program untuk mengerakkan petani-petani muda dalam program swasembada pangan. Tim BP memiliki kemampuan untuk operasional alsintan, manajemen keuangan, hilirisasi hasil pertanian dan distribusi hasil di pasar.
Perwira penghubung, Kodim Pidie Jaya, Kapten Inf Ruslan menyampaikan bahwa generasi muda menjadi penggerak pertanian yang berkoordinasi dengan TNI AD dengan penerapan pertanian modern. Penyuluh dan Babinsa terus bergandengan tangan untuk mengawal realisasi program oplah dan brigade pangan.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan drh. Muzakkir, MM menyampaikan bahwa kegiatan oplah non rawa di Kab. Pidie Jaya seluas 1000 Ha tersebar di empat Kecamatan yaitu Bandar Dua, Bandar Baru, Trienggadeng, dan Jangka Buya, dengan dukungan dan pendampingan oleh PJ swasembada pangan kabupaten Pidie Jaya, Ratnawati, SP., M.Si. Untuk progres saat ini, konstruksi di Pidie Jaya sudah tandatangan kontrak untuk lahan-lahan oplah sesuai dengan hasil SID yang dilakukan oleh tim dari Universitas Syiah Kuala. Tim berupaya untuk mempercepat konstruksi agar penanaman dapat dilakukan pada bulan September 2025. Konstruksi berfokus pada irigasi perpompaan, pintu air, embung dan saluran tersier.
Direktur PEPI, Dr. Muhafizar, S.TP., M.Si dalam arahannya menyampaikan bahwa BP menjadi salah satu transformasi kelembagaan petani untuk pengelolaan lahan oplah dengan dukungan sarana prasarana pertanian. BP memiliki struktur organisasi mulai dari manajer, sekretaris dan anggota yang saling mendukung untuk pengelolaan program Kementerian Pertanian. Salah satu bagian penting dalam pembentukan BP adalah bantuan alsintan untuk pengelolaan lahan produksi sesuai dengan ketersedian anggaran dan kebutuhan BP. Pemanfaatan alsintan perlu diterapakan secara efektif dan efisien untuk mendukung percepatan realisasi tanam di lahan-lahan produktif untuk pertanaman padi.