Perkuat Ketahanan Pangan, BRMP Aceh Dampingi Program Swasembada di Subulussalam
SUBULUSSALAM — BRMP Aceh mengintensifkan pengawalan program strategis Kementerian Pertanian melalui serangkaian kegiatan koordinasi dan pendampingan lapangan di Kota Subulussalam yang berlangsung pada 11–14 Agustus 2026. Langkah ini menjadi wujud komitmen nyata dalam mempercepat pencapaian target Swasembada Pangan Berkelanjutan di tingkat daerah.
Rangkaian agenda diawali dengan koordinasi intensif bersama Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Perikanan (Distanbunkan) Kota Subulussalam serta Ketua Tim Kerja (Katimker) wilayah Subulussalam. Langkah ini ditindaklanjuti dengan peninjauan langsung ke lokasi potensi Optimasi Lahan (Oplah) yang tersebar di Kecamatan Penanggalan dan Kecamatan Sultan Daulat untuk memastikan efektivitas pemanfaatan lahan pertanian. Sebagai puncak rangkaian kegiatan, pada Kamis (13/8/2026) digelar sesi pendampingan terpadu yang melibatkan kolaborasi lintas sektor—menghadirkan jajaran penyuluh pertanian, petani, anggota Babinsa, serta para pemangku kepentingan terkait.
Fokus Utama Penguatan Pendampingan:
1. Penguatan Peran Penyuluh & Babinsa: Membangun garda terdepan yang responsif dan solutif dalam mengawal proses budi daya dan mengatasi kendala teknis petani di lapangan.
2. Akuntabilitas Tata Kelola Pupuk Bersubsidi: Memastikan penyaluran dan pemanfaatan pupuk bersubsidi berjalan transparan, efisien, dan tepat sasaran.
3. Digitalisasi Pertanian (Si PM-AAS & E-Banper): Mengedukasi penerapan aplikasi digital guna mempercepat proses pendataan, pelaporan, pengusulan bantuan pemerintah, hingga pemantauan program secara terintegrasi.
Integrasi antara penguatan kapasitas sumber daya manusia, pengawasan distribusi sarana produksi, dan pemanfaatan teknologi digital ini diharapkan mampu menciptakan sinergi yang lebih solid di lapangan. Melalui pengawalan yang presisi dan berkelanjutan, Kota Subulussalam makin siap bertransformasi menjadi salah satu penyokong utama kedaulatan pangan nasional.