BRMP Aceh Dukung Tanam Perdana Padi 750 ha di Aceh Barat Daya, Perkuat Swasembada Pangan
Aceh Barat Daya – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Aceh terus memperkuat komitmennya dalam mendukung percepatan swasembada pangan nasional melalui pendampingan kegiatan tanam perdana padi seluas 750 hektare yang dilaksanakan di Desa Ladang, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya, Jumat (3/7).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala BRMP Aceh Firdaus, Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Barat Daya Amrizal yang mewakili Bupati Aceh Barat Daya, Penanggung Jawab Swasembada Pangan Aceh sekaligus Kepala BRMP PKH (Pusat Perakitan dan Modernisasi Peternakan dan Kesehatan Hewan) Agus Susanto, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), penyuluh pertanian, serta kelompok tani setempat.
Kepala BRMP Aceh Firdaus mengatakan bahwa tanam perdana ini merupakan bagian dari upaya percepatan peningkatan produksi padi melalui penerapan teknologi budidaya modern dan pendampingan kepada petani. Menurutnya, keberhasilan mewujudkan swasembada pangan tidak hanya bergantung pada peningkatan luas tanam, tetapi juga pada sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam mengawal setiap tahapan produksi.
"Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh, dan petani menjadi kunci dalam meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. BRMP Aceh akan terus hadir memberikan pendampingan dan mendorong penerapan inovasi teknologi pertanian di lapangan," ujar Firdaus.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Barat Daya Amrizal menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian atas berbagai program dan dukungan yang telah diberikan bagi pembangunan sektor pertanian di daerahnya.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pertanian atas berbagai bantuan yang telah diberikan, mulai dari alat dan mesin pertanian (alsintan), program optimalisasi lahan (OPLA), irigasi perpompaan (IRPOM), irigasi perpipaan (IRPIP), jalan usaha tani (JUT), rehabilitasi jaringan irigasi tersier (RJIT), hingga berbagai program lainnya yang sangat membantu peningkatan produktivitas pertanian di Aceh Barat Daya," katanya.
Sementara itu, Penanggung Jawab Swasembada Pangan Aceh Agus Susanto mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi dalam mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan.
"Mari kita bersama-sama mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan melalui kerja sama, semangat gotong royong, dan pemanfaatan teknologi pertanian," ujarnya.
Tanam perdana padi seluas 750 hektare ini menjadi wujud nyata sinergi antara Kementerian Pertanian, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya, BRMP Aceh, penyuluh pertanian, dan petani dalam mendukung peningkatan produksi padi nasional. Melalui pendampingan intensif dan penerapan inovasi modernisasi pertanian, BRMP Aceh berkomitmen untuk terus meningkatkan produktivitas sekaligus mendorong terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan serta peningkatan kesejahteraan petani di Aceh.