BRMP Aceh Perkuat Sinergi Penerapan PM-AAS melalui Sosialisasi di Kota Langsa
Langsa – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Aceh melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pertanian Modern – Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Kota Langsa, pada Jumat, 24 Juli. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung pelaksanaan program strategis Kementerian Pertanian, sekaligus mempercepat penyiapan Calon Petani Calon Lahan (CPCL) seluas 200 hektare untuk penerapan PM-AAS di Kota Langsa.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan dan Perikanan Kota Langsa beserta jajaran, Ketua Tim Kerja (Katimker) Kota Langsa, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kota Langsa, serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kota Langsa.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan dan Perikanan Kota Langsa menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian atas berbagai program yang telah memberikan manfaat bagi pembangunan sektor pertanian di daerah. Menurutnya, dukungan pemerintah melalui berbagai program pembangunan dan bantuan sarana produksi telah berkontribusi terhadap percepatan pemulihan lahan pertanian pascabencana sekaligus mendorong peningkatan produktivitas pertanian.
Ia menjelaskan bahwa berbagai bentuk dukungan yang telah diterima, mulai dari bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), pompa air, rehabilitasi jaringan irigasi tersier (RJIT), pembangunan jalan usaha tani (JUT), irigasi perpompaan (Irpom), irigasi perpipaan (Irpip), hingga pembangunan embung dan bangunan konservasi air, menjadi faktor penting dalam mendukung aktivitas budidaya serta meningkatkan produksi pertanian di Kota Langsa.
Sementara itu, Kepala BRMP Aceh, Firdaus, menegaskan komitmen BRMP Aceh untuk terus mendampingi Pemerintah Kota Langsa dalam mengawal implementasi program strategis Kementerian Pertanian, khususnya penerapan PM-AAS sebagai salah satu pendekatan pertanian modern yang diarahkan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani.
Menurutnya, keberhasilan implementasi PM-AAS memerlukan kolaborasi yang erat antara pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan seluruh pemangku kepentingan. Sinergi tersebut menjadi modal penting dalam mempercepat penerapan teknologi pertanian modern sekaligus mendukung tercapainya target swasembada pangan yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, BRMP Aceh berharap seluruh pemangku kepentingan memiliki pemahaman yang sama mengenai arah kebijakan pembangunan pertanian nasional serta semakin siap mengimplementasikan PM-AAS di Kota Langsa. Dengan dukungan infrastruktur pertanian, pemanfaatan mekanisasi, serta pendampingan penyuluh secara berkelanjutan, diharapkan produktivitas pertanian terus meningkat sehingga mampu memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan petani dan memperkuat ketahanan pangan di daerah.