• Jl. Panglima Nyak Makam
  • 082160061211
  • [email protected]
Logo Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Overview
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tugas & Fungsi
    • Pimpinan
    • Satuan Kerja
    • Sumber Daya Manusia
  • Informasi Publik
    • Portal PPID
    • Standar Layanan
      • Maklumat Layanan
      • Waktu dan Biaya Layanan
    • Prosedur Pelayanan
      • Prosedur Permohonan
      • Prosedur Pengajuan Keberatan dan Penyelesaian Sengketa
    • Regulasi
    • Agenda Kegiatan
    • Informasi Berkala
      • LHKPN
      • LHKASN
      • Rencana Strategis
      • DIPA
      • RKAKL/ POK
      • Laporan Kinerja
      • Capaian Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Laporan Realisasi Anggaran
      • Laporan Tahunan
      • Daftar Aset/BMN
    • Informasi Serta Merta
    • Informasi Setiap Saat
      • Daftar Informasi Publik
      • Standar Operasional Prosedur
      • Daftar Informasi Dikecualikan
      • Kerjasama
  • Publikasi
    • Buku
    • Pedum/ Juknis
    • Infografis
    • Buletin
    • Bunga Rampai
  • Reformasi Birokrasi
    • Manajemen Perubahan
    • Deregulasi Kebijakan
    • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
    • Penataan dan Penguatan Organisasi
    • Penataan Tata Laksana
    • Penataan Sistem Manajemen SDM
    • Penguatan Akuntabilitas
    • Penguatan Pengawasan
  • LAYANAN
Thumb
64 dilihat       24 September 2026

BRMP Aceh Perkuat Standar Pelayanan Publik melalui FKP 2026

Banda Aceh — Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Aceh memperkuat komitmen peningkatan kualitas pelayanan publik melalui Forum Konsultasi Publik (FKP) Standar Pelayanan Publik yang digelar di Aula BRMP Aceh, pada Kamis, 24 September 2026.

Forum tersebut menjadi ruang bagi BRMP Aceh untuk menerima masukan, saran, dan kritik dari pemangku kepentingan terhadap penyelenggaraan layanan yang diberikan kepada masyarakat. Kegiatan diikuti perwakilan instansi pemerintah, akademisi, lembaga layanan teknis, organisasi terkait pertanian, serta pengguna layanan.

Kepala BRMP Aceh, Firdaus, menegaskan bahwa FKP tidak semata-mata menjadi kegiatan seremonial, tetapi momentum untuk membangun kepercayaan masyarakat sekaligus memperbaiki kualitas pelayanan.

Menurutnya, masukan yang disampaikan dalam forum menjadi bahan penting bagi BRMP Aceh dalam membangun budaya kerja yang berorientasi pada pelayanan. Pelayanan publik juga perlu dilaksanakan secara terbuka dan konstruktif agar kebutuhan masyarakat dapat direspons secara tepat.

“Yang menjadi kesepakatan hari ini menjadi masukan untuk peningkatan kualitas,” demikian pesan Firdaus dalam arahannya sebagaimana tercatat dalam notulen kegiatan.

Dalam forum tersebut, Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Aceh melalui Dian Rubianty, menekankan pentingnya penyelenggara pelayanan memastikan setiap layanan memiliki standar dan prosedur yang jelas serta mudah dipahami masyarakat.

Ia juga menyoroti pentingnya pengelolaan informasi dan penanganan pengaduan sebagai bagian dari pelayanan publik. Menurutnya, petugas pelayanan perlu mampu menerima konsultasi dan pengaduan masyarakat serta memastikan komponen standar pelayanan tersedia di setiap unit pelayanan.

Selain itu, setiap bentuk pungutan dalam pelayanan harus memiliki dasar hukum yang jelas. Aspek etika pelayanan juga menjadi perhatian, termasuk bagaimana penyelenggara memastikan pelayanan berlangsung secara adil dan memberikan kepastian bagi masyarakat maupun petugas pelayanan.

Sementara itu, Didi Darmadi selaku Katimker Pengelolaan Kerja Sama, Layanan, dan Penilaian Kesesuaian memaparkan standar pelayanan publik BRMP Aceh beserta ruang lingkup layanan yang diberikan. Pemaparan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi yang menghadirkan masukan dari sejumlah pemangku kepentingan.

Perwakilan BPTU HPT Indrapuri menyampaikan dukungan terhadap peningkatan pelayanan BRMP Aceh sekaligus menyampaikan potensi pengembangan plasma nutfah peternakan, termasuk Sapi Aceh, Kuda Gayo, Kerbau Simeuleu dan Kerbau Gayo.

Dari sisi pengelolaan informasi publik, Dinas Komunikasi dan Informatika menilai informasi pada BRMP Aceh sudah cukup baik dan informatif. Namun, peserta menyarankan agar informasi pengadaan barang dan jasa juga tersedia pada website.

Masukan terkait informasi iklim disampaikan Stasiun Klimatologi Aceh. Peserta mendorong BRMP Aceh menambahkan informasi cuaca dan iklim serta menghubungkannya dengan layanan informasi BMKG. Informasi tersebut dinilai relevan untuk mendukung kebutuhan masyarakat, khususnya petani.

Sementara itu, Balai Karantina mengusulkan penyediaan portal yang memuat informasi ketersediaan benih, khususnya komoditas padi dan kopi, sehingga masyarakat dapat mengetahui ketersediaan benih secara lebih mudah.

Masukan lain datang dari Forum Kakao Aceh dan akademisi Universitas Serambi Mekkah yang mendorong agar komoditas kakao mendapat ruang lebih dalam layanan BRMP Aceh. Hal tersebut mengingat kakao menjadi salah satu komoditas yang dikembangkan masyarakat Aceh, termasuk di Kabupaten Pidie Jaya.

Forum juga menyoroti kebutuhan akses terhadap layanan laboratorium kakao serta informasi mengenai prosedur memperoleh bibit dari BRMP Aceh. Sementara itu, perwakilan UIN Ar-Raniry menyampaikan peluang kerja sama penelitian, mengingat terdapat sejumlah program studi yang akan melakukan riset di bidang pertanian.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, BRMP Aceh menyatakan akan melakukan sejumlah penyempurnaan layanan. Pengembangan website antara lain diarahkan untuk menyediakan informasi stok benih serta menghubungkan informasi cuaca dan iklim dengan BMKG.

BRMP Aceh juga memastikan pelayanan tetap tersedia selama penerapan Work From Home (WFH) melalui sistem piket. Dari sisi layanan teknis, kalibrasi peralatan laboratorium menjadi salah satu hal yang masih perlu diperkuat untuk mendukung kualitas pelayanan pengujian.

Dalam pengembangan kerja sama, BRMP Aceh juga akan melanjutkan kolaborasi dengan perguruan tinggi. Kerja sama dengan mahasiswa selama ini telah dilakukan melalui kegiatan pembelajaran dan praktik di Kebun Percobaan Gayo, termasuk dalam budidaya kopi.

Terkait layanan benih, penanggung jawab UPBS BRMP Aceh menjelaskan bahwa masyarakat yang membutuhkan benih dapat mengajukan permohonan melalui Direktorat Teknis. Penjelasan tersebut menjadi bagian dari upaya memperjelas alur layanan kepada pengguna.

Menutup forum, Ombudsman RI Perwakilan Aceh menekankan perlunya koordinasi lebih lanjut untuk memastikan seluruh pengguna memperoleh akses pelayanan. Selain pemenuhan standar dan SOP, informasi mengenai standar pelayanan juga perlu dipublikasikan secara mudah diakses masyarakat, terutama melalui website BRMP Aceh.

Forum Konsultasi Publik tersebut menjadi bagian dari upaya BRMP Aceh menyempurnakan standar pelayanan berdasarkan kebutuhan dan masukan pengguna layanan. Sesuai tujuan pelaksanaan FKP, masukan dari para pemangku kepentingan selanjutnya menjadi bahan dalam penyempurnaan Standar Pelayanan Publik dan peningkatan kualitas pelayanan BRMP Aceh.

Prev Next

- Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian Aceh


Pencarian

Berita Terbaru

  • Thumb
    Gerakkan Tanam PM AAS Menuju 1 juta hektar di Aceh Jaya
    28 Sep 2026 - By Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian Aceh
  • Thumb
    Kepala BRMP TRI Kunjungi Plasma Nutfah Kopi Arabika di IP2MP Gayo
    28 Sep 2026 - By Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian Aceh
  • Thumb
    Tingkatkan Produksi Kopi Arabika, BRMP Aceh Perkuat Penyuluh dan Petani di Aceh Tengah
    26 Sep 2026 - By Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian Aceh
  • Thumb
    Panen Raya di Aceh Barat, BRMP Aceh Tegaskan Peran Teknologi & Inovasi Tingkatkan Produktivitas Padi
    23 Sep 2026 - By Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian Aceh

tags

#Agromodern #BRMPAceh #KementerianPertanian

Kontak

082160061211
082160061211
[email protected]

Jl. Panglima Nyak Makam No.27, Kota Baru - Kec. Kuta Alam Kota Banda Aceh - Aceh Indonesia
23125

https://aceh.brmp.pertanian.go.id/

© 2026 - 2026 Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Aceh. All Right Reserved