BRMP Perkuat Diseminasi Inovasi Melalui Program SMART TANI
[Banda Aceh, 30 April 2026] Dalam rangka memperkuat koordinasi dan penyelarasan pelaksanaan kegiatan kehumasan, Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementerian Pertanian menggelar pertemuan koordinasi secara daring yang diikuti oleh seluruh satuan kerja lingkup BRMP.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Sekretaris Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian, Husnain, yang memberikan arahan strategis terkait penguatan peran kehumasan serta optimalisasi diseminasi inovasi pertanian kepada masyarakat.
Dalam arahannya, Husnain menekankan pentingnya transformasi pendekatan diseminasi inovasi pertanian yang lebih terstruktur, masif, dan adaptif terhadap perkembangan digital. Salah satu langkah strategis yang diinisiasi adalah peluncuran program SMART TANI sebagai platform utama edukasi pertanian berbasis digital.
“SMART TANI menjadi wadah terintegrasi untuk menyampaikan inovasi pertanian secara lebih luas, cepat, dan aplikatif. Ini bukan sekadar kegiatan webinar, tetapi strategi besar untuk memperkuat jangkauan diseminasi kita,” ujar Husnain.
Program SMART TANI dirancang sebagai kegiatan edukasi berbasis webinar yang dilaksanakan secara berkala, dengan sasaran utama petani, penyuluh pertanian lapangan (PPL), kelembagaan petani, serta stakeholder pertanian lainnya. Melalui pendekatan Spektrum Diseminasi Multi Channel (SDMC), program ini memanfaatkan kanal komunikasi digital guna mempercepat adopsi teknologi pertanian di lapangan.
Materi yang disampaikan dalam SMART TANI difokuskan pada konten yang menarik, aplikatif, dan solutif, serta disampaikan oleh narasumber kompeten dari internal BRMP, Kementerian Pertanian, akademisi, hingga praktisi. Selain itu, pelaksanaan kegiatan akan dikemas secara interaktif melalui platform Zoom dan live streaming YouTube untuk menjangkau audiens yang lebih luas.
Dalam diskusi yang berlangsung, juga ditegaskan bahwa SMART TANI tidak hanya menjadi program pusat, tetapi dapat diadopsi oleh seluruh satuan kerja dalam setiap kegiatan diseminasi, termasuk bimbingan teknis dan penyuluhan. Hal ini bertujuan untuk memperkuat identitas BRMP sebagai institusi yang aktif dalam penyebarluasan inovasi pertanian modern.
Selain itu, pertemuan ini juga menyoroti pentingnya peran kehumasan dalam membangun citra kelembagaan, khususnya dalam mendukung posisi BRMP di daerah sebagai representasi Kementerian Pertanian di tingkat provinsi. Kehumasan diharapkan mampu mengemas informasi teknis menjadi konten yang komunikatif dan mudah dipahami oleh masyarakat.
Melalui penguatan program SMART TANI, BRMP optimistis dapat meningkatkan efektivitas diseminasi inovasi pertanian, memperluas jangkauan informasi, serta mendorong percepatan adopsi teknologi oleh petani dan penyuluh di seluruh Indonesia.