Gerakan Tanam Serempak Nasional Digelar, Kementan Percepat Pemulihan Pertanian Pascabencana
[Agam, Sumatera Barat, 30 April 2026] Kementerian Pertanian menggelar Gerakan Tanam Serempak Nasional sebagai langkah strategis dalam mempercepat pemulihan sektor pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di 19 provinsi dan diikuti puluhan ribu peserta dari seluruh Indonesia.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam arahannya menegaskan bahwa gerakan tanam serempak merupakan tindak lanjut percepatan rehabilitasi lahan pertanian, khususnya di wilayah terdampak bencana. Pemerintah menargetkan seluruh proses tanam dapat diselesaikan dalam waktu satu bulan ke depan guna memastikan keberlanjutan produksi pangan nasional.
Berdasarkan laporan pelaksanaan, kegiatan tanam serempak mencakup luasan sekitar 50.000 hektare yang terdiri dari cetak sawah rakyat, optimalisasi lahan (oplah), serta rehabilitasi lahan terdampak bencana. Hingga saat ini, sebagian besar lahan telah memasuki tahap tanam dengan progres yang terus meningkat melalui sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.
Selain percepatan tanam, Kementerian Pertanian juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang diprediksi mencapai puncaknya pada Agustus mendatang. Langkah-langkah strategis yang dilakukan antara lain penguatan sistem peringatan dini, pemetaan wilayah rawan kekeringan, serta penyediaan sarana air seperti irigasi perpompaan, perpipaan, dan sumber air lainnya.
Dalam mendukung upaya tersebut, pemerintah juga mendorong pembentukan brigade kekeringan di tingkat lapangan. Upaya ini diharapkan mampu menjaga produktivitas pertanian di tengah tantangan perubahan iklim. Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian menambahkan bahwa peningkatan produktivitas menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan produksi. Oleh karena itu, penerapan Good Agricultural Practices (GAP), penggunaan benih unggul, pemupukan berimbang, serta pengendalian organisme pengganggu tanaman terus diperkuat di lapangan.
Lebih lanjut, Kementerian Pertanian juga mendorong percepatan modernisasi pertanian melalui pemanfaatan alat dan mesin pertanian, termasuk penggunaan teknologi seperti drone untuk mendukung efisiensi proses tanam dan pemeliharaan tanaman.
Partisipasi aktif pemerintah daerah, penyuluh pertanian, serta petani di seluruh Indonesia menjadi faktor penting dalam keberhasilan gerakan ini. Sejumlah daerah melaporkan progres positif dalam pelaksanaan tanam, termasuk percepatan rehabilitasi lahan serta peningkatan luas tambah tanam.
Melalui Gerakan Tanam Serempak Nasional, pemerintah optimistis dapat mempercepat pemulihan lahan pertanian terdampak bencana, meningkatkan produksi, serta memperkuat fondasi menuju kemandirian pangan yang berkelanjutan.