Magang di IP2MP Gayo, Mahasiswa USK Dalami Budidaya Kopi Arabika
Mahasiswa Program Studi Agroteknologi Universitas Syiah Kuala (USK) mendapatkan pengalaman berharga melalui kegiatan magang berdampak selama satu bulan di IP2MP Gayo. Kegiatan praktik lapang tersebut menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan sekaligus mempelajari secara langsung budidaya kopi Arabika dari hulu hingga hilir.
Selama mengikuti magang, mahasiswa terlibat dalam berbagai kegiatan budidaya kopi Arabika, mulai dari perbenihan, pembibitan, pemeliharaan tanaman, pemangkasan, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, hingga pengamatan perkembangan tanaman di kebun.
Pengalaman belajar langsung di kawasan perkebunan kopi Gayo memberikan pemahaman yang lebih nyata kepada mahasiswa mengenai pengelolaan tanaman kopi dengan memperhatikan kondisi lahan, iklim, serta karakteristik tanaman. Hal tersebut menjadi pengalaman penting dalam memahami kopi Arabika sebagai salah satu komoditas unggulan dataran tinggi Gayo yang memiliki nilai ekonomi dan reputasi di pasar dunia.
Koordinator IP2MP Gayo, Ishar, menyampaikan bahwa pengalaman praktik langsung di kebun sangat penting bagi mahasiswa pertanian, khususnya dalam memahami karakteristik tanaman kopi dan tahapan budidayanya.
“Belajar kopi tidak cukup hanya dengan teori. Mahasiswa harus melihat, mengamati, dan ikut bekerja langsung di kebun agar memahami bagaimana tanaman kopi dikelola dari hulu sampai menghasilkan buah,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan magang juga menjadi bagian penting dalam membangun keterampilan mahasiswa melalui proses belajar yang berkelanjutan. Dengan terlibat langsung dalam kegiatan di lapangan, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami aspek teknis budidaya, tetapi juga memiliki kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan bekerja sama.
Salah seorang mahasiswa peserta magang, Restu Kurniawan, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberikan banyak pengalaman dan pengetahuan baru mengenai budidaya kopi Arabika.
“Selama magang, kami mendapatkan banyak pengalaman dan ilmu baru tentang budidaya kopi Arabika, mulai dari pembibitan, pemeliharaan, pemangkasan, pengendalian hama dan penyakit, hingga proses panen,” ungkapnya.
Restu menambahkan, pembelajaran secara langsung di kebun memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan pembelajaran di dalam kelas. Mahasiswa dapat melihat sekaligus mempraktikkan cara merawat tanaman kopi dengan baik dan benar, serta memperoleh arahan langsung dari pembimbing dan pegawai IP2MP Gayo.
“Kegiatan magang ini menjadi pengalaman yang sangat berharga karena tidak hanya menambah pengetahuan tentang kopi Arabika, tetapi juga mengajarkan kedisiplinan, kerja sama, tanggung jawab, dan pentingnya bekerja dengan sungguh-sungguh di lapangan,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pembimbing dan pegawai IP2MP Gayo yang telah memberikan pendampingan serta berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam budidaya kopi Arabika.
Melalui kegiatan magang ini, mahasiswa diharapkan mampu membawa pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh untuk dikembangkan di lingkungan akademik maupun masyarakat. Selain meningkatkan kompetensi generasi muda di bidang pertanian, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pertanian dalam mendukung pengembangan kopi Arabika Gayo secara berkelanjutan.
Pengalaman belajar langsung di kebun menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk memahami bahwa keberhasilan budidaya kopi tidak hanya diperoleh dari teori, tetapi juga melalui proses pengamatan, praktik, ketekunan, dan konsistensi di lapangan. Diharapkan pengalaman tersebut dapat berkontribusi dalam mencetak generasi muda pertanian yang kompeten serta memiliki kepedulian terhadap pengembangan komoditas kopi Indonesia.