Sinergi Kementan dan Pemko Lhokseumawe Pacu Peningkatan Produksi Padi Lewat Metode PM AAS
Lhokseumawe — Upaya memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan nasional terus digalakkan hingga ke tingkat daerah. Pemerintah Kota Lhokseumawe melalui Dinas Pertanian setempat menyambut dengan baik Pelaksanaan Pendampingan Swasembada Pangan yang dilaksanakan oleh Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Aceh di Desa Cut Mamplang, Kecamatan Muara Dua, Kamis (6/8/2026).
Kegiatan yang bertujuan untuk mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan petani ini diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari para petani, Ketua Tim Kerja (Katimker), Penyuluh Pertanian, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Pengamat Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), serta jajaran Dinas Kelautan, Perikanan, dan Pertanian (DKPP) Bidang Pertanian.
Sekretaris Dinas Pertanian Kota Lhokseumawe, Chairul Hafidhi, secara resmi membuka acara tersebut sekaligus memaparkan arah Kebijakan Pemerintah Kota Lhokseumawe dalam mendukung program Pertanian Modern model Advanced Agriculture System (PM AAS).
Dalam penyampaiannya, Chairul menyoroti tantangan utama sektor pertanian di Lhokseumawe, yakni keterbatasan sumber air akibat ketergantungan pada sawah tadah hujan.
"Sebagai langkah konkret atas permasalahan air tersebut, tahun ini pemerintah mengalokasikan pengadaan sumur di tujuh titik lokasi strategis guna menjamin ketersediaan air untuk lahan sawah para petani," tegas Chairul.
Sementara itu, Direktur Wilayah Aceh yang juga kepala BRMP Aceh, Firdaus, menekankan pentingnya peningkatan produksi padi melalui penerapan metode PM AAS secara terintegrasi. Ia menjelaskan bahwa Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Teknis terus memacu percepatan produksi, perluasan luas tanam, dan peningkatan Indeks Pertanaman (IP) lewat serangkaian program unggulan seperti PM AAS, Optimasi Lahan (Oplah), dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR).
Dukungan tersebut juga disinergikan dengan penyaluran bantuan benih, alat dan mesin pertanian (alsintan), rehabilitasi irigasi tersier, pembangunan jalan usaha tani, irigasi pipa (irpip), irigasi pompa (irpom), hingga bangunan konservasi lingkungan melalui pengusulan Calon Petani Calon Lokasi (CPCL).
Rangkaian acara ditutup dengan sesi praktik lapangan berupa percontohan penggunaan alat Tanam Benih Langsung (Tabela) untuk metode PM AAS dengan pola baris rapat.
Praktek langsung ini diharapkan dapat membekali para petani agar siap mengimplementasikan teknologi tepat guna tersebut saat memasuki musim tanam pada bulan November mendatang.