BBRMP Aceh Ikuti Sosialisasi Aplikasi Teknologi Pertanian
Banda Aceh, 9 Maret 2026 – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Aceh mengikuti kegiatan Sosialisasi Aplikasi Diseminasi Konten yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom pada hari Senin, 9 Maret 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya dalam mempercepat penyebaran informasi program, capaian, serta inovasi teknologi pertanian kepada penyuluh, petani, dan berbagai pemangku kepentingan.
Kegiatan sosialisasi tersebut dihadiri oleh Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (Direktur Wilayah), Kepala Balai/Loka Penerapan Modernisasi Pertanian (Direktur Wilayah), serta Ketua Kelompok Substansi Pengelolaan Penyuluhan Pertanian CWS BRMP Provinsi dari berbagai wilayah di Indonesia. Turut hadir pula tim pengembang aplikasi dari vendor Arkatama, di antaranya Mahfud, Vivi, dan Alvin, yang memaparkan teknis pengembangan dan uji coba platform.
Sosialisasi ini dilaksanakan sebagai bagian dari pengembangan platform diseminasi konten pertanian “Agromodern”, yang dirancang untuk mendukung penyebarluasan informasi teknologi dan inovasi pertanian secara lebih cepat, tepat sasaran, dan terukur.
Dalam arahannya, Kepala BRMP, Fadjry Djufry menyampaikan bahwa pengembangan platform ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat sistem diseminasi inovasi teknologi pertanian kepada petani di seluruh Indonesia. “Di sekretariat BRMP sudah sekitar satu bulan ini kami mengembangkan platform Agromodern. Platform ini diharapkan dapat membantu penyuluh di daerah dalam menjalankan tugasnya, khususnya untuk menyebarluaskan informasi teknologi pertanian secara lebih cepat dan tepat sasaran,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa melalui aplikasi tersebut, informasi teknologi pertanian dapat disampaikan secara real-time langsung kepada end user, yaitu petani dan penyuluh, tanpa harus melalui alur penyampaian informasi yang berjenjang.
“Misalnya ketika ada informasi mengenai varietas padi seperti Inpari, informasi tersebut bisa langsung dibagikan melalui aplikasi dan dapat dipantau sejauh mana informasi itu telah diterima oleh pengguna di lapangan,” tambahnya.
Aplikasi ini juga dilengkapi dengan berbagai fitur pendukung, seperti pemantauan jumlah pengguna yang melihat informasi, sistem komunikasi dua arah antara penyuluh dan admin pusat, serta fasilitas umpan balik (feedback) dari pengguna. Dengan demikian, penyuluh dapat memonitor apakah informasi yang disebarkan telah dibaca oleh petani binaan mereka.
Selain itu, admin BRMP dapat melakukan diseminasi informasi dengan berbagai pilihan filter, baik untuk seluruh pengguna maupun secara spesifik berdasarkan wilayah atau kelompok penyuluh tertentu. Pengguna juga dapat memberikan tanggapan melalui fitur like dan komentar, sehingga tercipta interaksi yang lebih aktif antara penyuluh, petani, dan pengelola informasi di pusat.
Dalam sesi pemaparan juga dijelaskan keunggulan aplikasi diseminasi konten BRMP dibandingkan metode komunikasi berbasis WhatsApp Group (WAG) berjenjang. Melalui aplikasi ini, distribusi informasi dapat dilakukan secara langsung tanpa melalui jalur komunikasi berlapis, sehingga penyebaran informasi teknologi pertanian menjadi lebih efisien dan terukur.
Pada kesempatan tersebut, tim pengembang juga melakukan uji coba penggunaan aplikasi, termasuk simulasi proses pendaftaran akun bagi pengguna. Saat ini aplikasi masih dalam tahap uji coba berbasis web, sebelum nantinya dikembangkan menjadi aplikasi mobile yang akan tersedia di Play Store dan perangkat lainnya.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, para peserta diharapkan dapat memberikan masukan dan tanggapan terhadap pengembangan aplikasi, sehingga platform diseminasi konten yang sedang dikembangkan dapat semakin optimal dalam mendukung penyuluhan pertanian berbasis teknologi informasi.
Bagi BBRMP Aceh, partisipasi dalam kegiatan ini menjadi langkah penting dalam mendukung transformasi digital penyuluhan pertanian, sekaligus memperkuat sistem penyebaran inovasi teknologi pertanian kepada penyuluh dan petani di daerah.