BRMP Aceh Perkuat Komitmen Percepatan Tanam PM-AAS di Aceh Barat melalui Pakta Integritas
Aceh Barat — Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Aceh menegaskan komitmen bersama dalam mempercepat realisasi tanam padi melalui program Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) di Kabupaten Aceh Barat. Komitmen tersebut diperkuat melalui penandatanganan Pakta Integritas sebagai bentuk tanggung jawab penyuluh pertanian dalam mengawal pencapaian target tanam sesuai tugas dan wilayah kerja masing-masing.
Penegasan itu disampaikan Kepala BRMP Aceh, Firdaus, dalam Rapat Koordinasi Program Strategis Kementerian Pertanian dengan agenda pelaksanaan PM-AAS di Kabupaten Aceh Barat. Kegiatan berlangsung di Aula Gedung B Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Barat, pada Rabu, 14 Oktober 2026.
Rapat koordinasi ini menjadi forum untuk menyelaraskan langkah lintas instansi, memperjelas pembagian peran, serta mengidentifikasi berbagai kendala yang berpotensi menghambat percepatan tanam. Kegiatan tersebut diikuti penyuluh pertanian Kabupaten Aceh Barat, BRMP Aceh, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Aceh Barat, serta Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Aceh Barat.
Dalam arahannya, Firdaus menekankan bahwa keberhasilan pelaksanaan PM-AAS tidak cukup hanya ditopang oleh penetapan target, tetapi juga membutuhkan komitmen nyata, pelaksanaan kerja yang terukur, dan pengawalan secara berkelanjutan di lapangan.
“Pakta Integritas ini bukan sekadar dokumen yang ditandatangani, tetapi merupakan bentuk komitmen dan tanggung jawab kita bersama untuk memastikan target tanam PM-AAS di Kabupaten Aceh Barat dapat direalisasikan secara optimal. Kita harus bekerja secara terukur, melakukan pendampingan langsung kepada petani, memantau perkembangan di lapangan, serta melaporkan capaian secara berkala,” tegas Firdaus.
Ia juga menyoroti peran strategis penyuluh pertanian sebagai ujung tombak pelaksanaan program di tingkat lapangan. Penyuluh diharapkan mampu menerjemahkan target yang telah ditetapkan ke dalam rencana kerja yang jelas, mengawal kesiapan lahan dan pelaksanaan tanam, serta segera melaporkan kendala agar dapat ditangani secara bersama.
Selain penguatan peran penyuluh, BRMP Aceh mendorong sinergi dengan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura serta BPS Kabupaten Aceh Barat. Koordinasi antarlembaga diperlukan untuk mendukung keselarasan data, memantau perkembangan realisasi tanam, dan merumuskan langkah tindak lanjut berdasarkan kondisi aktual di lapangan.
Melalui forum tersebut, setiap instansi diharapkan menjalankan tugas dan tanggung jawab secara optimal. Identifikasi permasalahan teknis maupun administratif sejak dini menjadi langkah penting agar hambatan percepatan tanam dapat diselesaikan secara cepat, terkoordinasi, dan tepat sasaran.
BRMP Aceh terus mendorong penerapan modernisasi pertanian melalui pendampingan, diseminasi inovasi, dan penerapan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan petani. Upaya ini merupakan bagian dari dukungan terhadap peningkatan produktivitas padi, penguatan produksi beras, serta peningkatan kesejahteraan petani.
Dengan penguatan komitmen melalui Pakta Integritas dan koordinasi lintas instansi, pelaksanaan PM-AAS di Kabupaten Aceh Barat diharapkan semakin terarah dan terukur. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mendukung percepatan realisasi tanam serta pencapaian program strategis Kementerian Pertanian.