BRMP Aceh Perkuat Koordinasi Percepatan Luas Tambah Tanam di Kabupaten Aceh Singkil
Aceh Singkil – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Aceh melaksanakan kegiatan sinkronisasi data dan percepatan realisasi Luas Tambah Tanam (LTT) sebagai bagian dari pendampingan Program Strategis Kementerian Pertanian di Kabupaten Aceh Singkil pada 16–19 Juni 2026. Tim BRMP Aceh yang terdiri dari Irhas, Sayed Abdul Jabbar, dan Gerry Bagus Pratama melakukan serangkaian koordinasi dengan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), Dinas Pangan, Pertanian dan Hortikultura Kabupaten Aceh Singkil, serta para penyuluh pertanian lapangan (PPL) untuk memastikan percepatan pelaksanaan program swasembada pangan.
Kabupaten Aceh Singkil menjadi salah satu daerah sasaran berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 458 Tahun 2025 dengan target Luas Tambah Tanam (LTT) padi sawah reguler seluas 401 hektare dan LTT lahan kering seluas 3.258 hektare. BRMP Aceh ditunjuk sebagai penanggung jawab pendampingan program tersebut. Pada kegiatan koordinasi di BPP Suro Makmur, tim memperoleh informasi bahwa sebagian lahan potensi penanaman padi. Selain itu, para petani juga menyampaikan bahwa pupuk masih tersedia, namun harga pupuk di tingkat petani masih jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Selanjutnya, tim melakukan pertemuan dengan Dinas Pangan, Pertanian dan Hortikultura Kabupaten Aceh Singkil. Berdasarkan hasil diskusi, Kabupaten Aceh Singkil diperkirakan masih mengalami defisit produksi beras sekitar 13 ribu ton per tahun. Kondisi tersebut disebabkan terbatasnya luas areal tanam dan rendahnya indeks pertanaman. Untuk mendukung upaya swasembada pangan, pemerintah daerah telah mengusulkan program cetak sawah baru seluas sekitar 726 hektare.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pertemuan bersama sekitar 50 Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari Kecamatan Simpang Kanan, Suro, Danau Paris, dan Gunung Meriah. Dalam kesempatan tersebut, tim BRMP Aceh mensosialisasikan target swasembada pangan nasional, pentingnya pelaporan Luas Tambah Tanam (LTT) secara harian, serta penggunaan aplikasi e-Banper dalam pengajuan bantuan benih dan alat mesin pertanian.
Sebagai bagian dari kegiatan lapangan, tim juga meninjau langsung lahan sawah di Kecamatan Danau Paris. Dari hasil diskusi dengan kelompok tani, diketahui bahwa petani telah menanam padi varietas Inpari seluas satu hektare, namun penanaman belum dapat dilanjutkan akibat kekeringan. Di sisi lain, lahan tersebut juga kerap mengalami banjir saat musim hujan sehingga petani berharap adanya pembangunan tanggul sebagai solusi pengendalian banjir. Bantuan pompa yang telah diterima petani juga belum dapat dimanfaatkan secara optimal karena kondisi lahan yang masih rentan terhadap banjir.
Melalui kegiatan ini, BRMP Aceh menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, penyuluh, dan petani dalam mempercepat realisasi Luas Tambah Tanam serta mendukung tercapainya program swasembada pangan nasional di Kabupaten Aceh Singkil.