BRMP Aceh Verifikasi dan Monitoring Benih Bantuan di Pidie Jaya dan Bireuen
Pidie Jaya dan Bireuen — Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Aceh melakukan verifikasi dan monitoring benih bantuan pemerintah di Kabupaten Pidie Jaya dan Bireuen untuk memastikan bantuan yang telah disalurkan sesuai dengan usulan, diterima oleh penerima yang ditetapkan, serta dimanfaatkan untuk mendukung pertanaman.
Kegiatan yang berlangsung pada 2–4 September 2026 tersebut dilakukan bersama jajaran Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bireuen serta Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Pidie Jaya, didampingi Ketua Tim Kerja (Katimker) penyuluh pertanian dan penyuluh lapangan.
Di Kabupaten Bireuen, tim melakukan konfirmasi terhadap penyaluran benih padi untuk lahan seluas 674 hektare yang tersebar di lima kecamatan, masing-masing di Kecamatan Samalanga, Jangka, Kutablang, Gandapura, dan Peusangan. Hasil verifikasi di lapangan menunjukkan bahwa jumlah benih yang diterima sesuai dengan usulan bantuan dan Berita Acara Serah Terima (BAST) yang telah ditandatangani oleh petugas pemeriksa dan penerima barang.
Namun, hasil monitoring juga menunjukkan bahwa pemanfaatan benih di lapangan masih menghadapi kendala ketersediaan air. Sebagian benih telah ditanam, termasuk di Kecamatan Samalanga yang telah melakukan penanaman. Sementara itu, sebagian benih lainnya belum dapat ditanam karena kondisi kekeringan dan kerusakan saluran irigasi akibat bencana banjir yang sebelumnya melanda wilayah tersebut.
Kondisi serupa juga ditemukan di salah satu lahan di Desa Blang Cut, Kecamatan Peusangan. Sementara di Kabupaten Pidie Jaya, BRMP Aceh melakukan monitoring terhadap bantuan benih padi untuk mendukung optimalisasi lahan (Oplah). Benih telah disalurkan di empat kecamatan, yakni Bandar Baru, Trienggadeng, Bandar Dua, dan Jangka Buya.
Berdasarkan hasil konfirmasi di lapangan, seluruh benih padi tersebut telah ditanam dan sebagian pertanaman diperkirakan mulai memasuki masa panen pada awal Oktober hingga November. Meski demikian, pada beberapa lokasi masih ditemukan pertanaman yang mengalami kegagalan akibat kekurangan air.
Selain melakukan monitoring terhadap benih padi, tim juga mengecek benih jagung bantuan yang baru tiba di Kabupaten Pidie Jaya. Benih jagung tersebut saat ini masih disimpan di gudang Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Pidie Jaya dan sedang menjalani proses uji laboratorium. Penyaluran kepada petani akan dilakukan setelah hasil pengujian diperoleh.
Kepala BRMP Aceh melalui kegiatan tersebut menegaskan pentingnya pengawalan bantuan pemerintah hingga tahap pemanfaatan di lapangan. Verifikasi dan monitoring tidak hanya diperlukan untuk memastikan kesesuaian data penyaluran, tetapi juga untuk memperoleh gambaran kondisi aktual yang dihadapi petani setelah bantuan diterima.
Temuan di lapangan, khususnya terkait keterbatasan air dan kerusakan jaringan irigasi, menjadi bagian penting dalam pengawalan program agar dukungan pemerintah dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan pertanian di daerah.
Melalui koordinasi bersama pemerintah daerah dan penyuluh pertanian, BRMP Aceh terus mendorong agar bantuan benih dapat dimanfaatkan secara optimal serta mendukung percepatan pemulihan dan peningkatan produksi pertanian di wilayah terdampak bencana.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat pengawalan program pertanian di daerah, sehingga bantuan pemerintah tidak berhenti pada proses penyaluran, tetapi dapat memberikan manfaat nyata bagi keberlanjutan usaha tani dan peningkatan produksi pangan.