BRMP Aceh Perkuat Pendampingan Petani untuk Percepatan Swasembada Pangan di Lhokseumawe
Lhokseumawe – Pengendalian hama dan penyakit tanaman serta penerapan pemupukan berimbang menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas padi dan mendukung percepatan swasembada pangan. Untuk memperkuat upaya tersebut, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Aceh melaksanakan kegiatan Pendampingan Swasembada Pangan Berkelanjutan di Desa Blang Weu Panjo, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, pada Rabu 28 Oktober 2026.
Kegiatan ini diikuti 50 peserta yang terdiri atas petani padi, penyuluh pertanian, Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), serta staf Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian, dan Pangan (DKPPP) Kota Lhokseumawe. Pendampingan difokuskan pada penguatan kapasitas petani dalam pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) dan penerapan pemupukan berimbang pada tanaman padi.
Dalam arahannya, Penanggung Jawab (PJ) Kota Lhokseumawe, Nurbaiti, menyampaikan pentingnya pelaksanaan pendampingan sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan kemampuan petani dalam mengelola tanaman padi, khususnya terkait pengendalian OPT dan pemupukan berimbang. Kedua aspek tersebut perlu mendapat perhatian agar pertumbuhan tanaman tetap optimal dan potensi kehilangan hasil akibat serangan hama dan penyakit dapat ditekan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian, dan Pangan Kota (DKPPP) Lhokseumawe, Cut Elya Safitri, yang membuka kegiatan tersebut menyampaikan bahwa pendampingan ini menjadi salah satu upaya untuk mempercepat peningkatan produksi padi di Kota Lhokseumawe.
Ia menyampaikan bahwa petani di Kota Lhokseumawe siap bekerja sama dalam mendukung pelaksanaan peningkatan indeks pertanaman (IP) 200. Namun, salah satu tantangan yang masih dihadapi petani dalam pengelolaan tanaman padi adalah serangan hama dan penyakit. Karena itu, pendampingan oleh POPT dinilai penting untuk membantu petani mengenali serta menangani gangguan OPT secara tepat.
Cut Elya Safitri juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian atas dukungan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta benih unggul yang telah diberikan kepada Pemerintah Kota Lhokseumawe. Dukungan tersebut diharapkan dapat mempercepat peningkatan produksi pertanian dan mendukung pencapaian swasembada pangan.
Melalui pendampingan ini, BRMP Aceh terus mendorong penerapan teknologi dan inovasi pertanian melalui penguatan kapasitas petani, khususnya dalam pengendalian OPT dan pemupukan berimbang. Kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan diharapkan dapat mendukung peningkatan produktivitas padi, optimalisasi indeks pertanaman, serta keberlanjutan swasembada pangan di Kota Lhokseumawe.