Dukung Swasembada Pangan, BRMP Aceh Pacu Program Strategis Kementan di Kota Subulussalam
Subulussalam – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Aceh terus bergerak aktif memperkuat ketahanan pangan daerah. Terbaru, tim BRMP Aceh melaksanakan rangkaian kegiatan koordinasi dan pendampingan Program Strategis Kementerian Pertanian (Kementan) di Kota Subulussalam yang berlangsung selama empat hari, pada 16–19 Juni 2026.
Langkah maraton ini bertujuan untuk memperkuat sinergi lintas sektor di daerah dalam mendukung target nasional swasembada pangan. Fokus utamanya mencakup percepatan Luas Tambah Tanam (LTT), Optimasi Lahan (Oplah), validasi data Luas Baku Sawah (LBS), serta akselerasi pelaksanaan aplikasi e-Banper (Bantuan Pemerintah Elektronik).
Rangkaian kegiatan diawali dengan pertemuan koordinasi bersama jajaran Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Perikanan (Distanbunkan) Kota Subulussalam. Langkah ini kemudian diperkuat melalui pertemuan langsung dengan para penyuluh pertanian dan Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) se-Kota Subulussalam. Dalam pertemuan tersebut, dirumuskan berbagai strategi taktis guna memecahkan tantangan di lapangan serta memacu percepatan capaian program-program strategis pertanian di wilayah Subulussalam.
Tidak hanya konsolidasi internal pertanian, tim BRMP Aceh juga membangun koordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Subulussalam. Langkah krusial ini dilakukan untuk memastikan pembaruan dan validasi data Luas Baku Sawah (LBS) berjalan akurat, sehingga kebijakan dan penyaluran bantuan ke depan bisa lebih tepat sasaran. Guna memastikan progres berjalan sesuai target, tim BRMP Aceh juga turun langsung ke lapangan. Monitoring dilakukan secara spesifik ke lokasi kegiatan Optimasi Lahan (Oplah) yang berada di Kecamatan Penanggalan untuk melihat realisasi fisik dan kendala riil yang dihadapi petani.
Melalui rangkaian kegiatan intensif ini, diharapkan jalinan koordinasi antara pemerintah daerah, penyuluh pertanian sebagai ujung tombak, serta seluruh pemangku kepentingan semakin solid. Sinergi yang kuat ini menjadi modal utama dalam mendongkrak produksi pertanian lokal dan mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan di Bumi Serambi Mekkah.