Gerakan Tanam Serentak Perkuat Sinergi Daerah dan Petani, Dorong Capaian LTT Juni di Aceh Barat
Aceh Barat, Aceh – Upaya percepatan pencapaian target Luas Tambah Tanam (LTT) padi terus dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak. Salah satunya diwujudkan dalam kegiatan Gerakan Tanam Serentak Musim Tanam (MT) Gadu Tahun 2026 yang dilaksanakan di Desa Pucok Pungki, Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat, pada hari Kamis 11 Juni 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Aceh Barat yang diwakili Asisten I Safrizal, unsur Forkopimda Aceh Barat, Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Kabupaten Aceh Barat, para penyuluh pertanian, kelompok tani, serta Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Aceh beserta jajaran.
Gerakan tanam serentak ini menjadi langkah strategis dalam mempercepat realisasi target LTT bulan Juni sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah melalui peningkatan produksi padi. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat sinergi antara pemerintah daerah, petani, penyuluh, dan pemerintah pusat dalam mendukung program swasembada pangan nasional.
Dalam sambutannya, Bupati Aceh Barat yang diwakili Asisten I Safrizal menyampaikan bahwa gerakan tanam serentak merupakan bentuk komitmen bersama dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian sebagai penopang utama ketahanan pangan.
“Gerakan tanam serentak ini bukan hanya untuk mengejar target luas tanam, tetapi juga sebagai upaya menjaga keberlanjutan produksi pangan di daerah. Dengan kerja sama seluruh pihak, kita optimis produktivitas pertanian dapat terus meningkat dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Safrizal juga mengingatkan seluruh pelaku pertanian untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan seiring mulai memasuki musim kemarau. Menurutnya, pengelolaan air yang efektif menjadi faktor penting untuk menjaga pertumbuhan tanaman dan hasil produksi.
“Berkaitan dengan kondisi cuaca yang mulai memasuki musim kemarau, mari kita persiapkan langkah-langkah antisipasi sejak dini terhadap potensi kekeringan. Pengelolaan air harus dilakukan secara efektif agar pertanaman yang telah dilakukan dapat tumbuh optimal dan menghasilkan produksi yang baik,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, BBRMP Aceh turut memberikan dukungan teknis dalam rangka percepatan capaian LTT melalui pendampingan kepada petani dan pemerintah daerah. Pendampingan difokuskan pada percepatan tanam, optimalisasi pemanfaatan lahan, serta penerapan teknologi budidaya yang adaptif terhadap perubahan iklim.
Selain itu, BBRMP Aceh juga mendorong langkah-langkah mitigasi kekeringan melalui pengaturan pola tanam, percepatan olah tanah, optimalisasi pemanfaatan sumber air irigasi, serta penguatan penerapan teknologi pertanian modern untuk menjaga produktivitas lahan selama musim kemarau.
Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Kabupaten Aceh Barat menyampaikan bahwa gerakan tanam serentak ini menjadi salah satu strategi percepatan pencapaian target LTT bulan Juni yang telah ditetapkan. Dukungan seluruh pihak dinilai menjadi kunci keberhasilan dalam meningkatkan luas areal tanam dan menjaga produktivitas pertanian daerah.
“Sinergi antara pemerintah daerah, penyuluh pertanian, kelompok tani, dan dukungan teknis dari BBRMP Aceh sangat penting dalam mendorong percepatan tanam. Melalui kolaborasi ini, kami optimis target LTT bulan Juni dapat tercapai sesuai rencana,” ujarnya.
Melalui Gerakan Tanam Serentak MT Gadu Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat bersama BBRMP Aceh dan seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan produksi padi dan menjaga ketahanan pangan daerah. Dengan dukungan teknologi, pendampingan lapangan, serta kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau, diharapkan capaian LTT dan produktivitas pertanian dapat terus meningkat guna mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional.