Kolaborasi BRMP Aceh dan Lintas Sektor untuk Perkuat Sinergi Program Pertanian
[Banda Aceh, 27 April 2026] Dalam upaya memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk menyukseskan program pembangunan pertanian di Aceh, Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh melakukan kunjungan sekaligus melakukan rapat koordinasi bersama Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Aceh pada hari Senin, 20 April 2026.
Pertemuan yang berlangsung hangat dan produktif ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Azanuddin Kurnia, beserta jajaran, yakni Kepala Bidang Produksi Safrizal, Kepala Bidang Perkebunan Fakhrurrazi, dan Kepala Bidang Hortikultura Chairil Anwar. Dan juga hadir Hendra Saputra dari Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh. Rombongan dari Distanbun Aceh disambut oleh Kepala BBRMP Aceh beserta para Kepala Kelompok Substansi (Kapoksi).
Dalam pertemuan tersebut, Kepala BBRMP Aceh memaparkan tupoksi terbaru lembaganya pasca-kenaikan status menjadi eselon 2. Beliau menegaskan bahwa BBRMP kini bertindak layaknya "perwakilan Kementerian Pertanian di tingkat provinsi". Oleh karena itu, seluruh kegiatan yang diinisiasi Kementan di Aceh harus diketahui oleh BBRMP. Ini menunjukkan adanya penguatan peran BBRMP sebagai perwakilan Kementan.
Salah satu poin krusial yang ditekankan adalah mekanisme penetapan Calon Petani Calon Lokasi (CPCL). Kini, setiap pengajuan CPCL wajib melalui rekomendasi BBRMP Aceh sebelum diteruskan ke pusat untuk memastikan akurasi dan kesiapan data di lapangan. Dalam pertemuan tersebut menyoroti beberapa tantangan teknis yang memerlukan perhatian serius, diantaranya; (1) realisasi usulan CPCL untuk mendapatkan bantuan yang saat ini dari daerah dinilai masih rendah. Diperlukan dukungan penuh dan optimalisasi peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di tingkat daerah untuk mempercepat proses ini, (2) Optimasi SID (Survey Investigation Design): Mengingat angka SID untuk kegiatan cetak sawah masih rendah, BBRMP dan Distanbun berkomitmen untuk membangun komunikasi yang lebih intensif dengan pihak akademisi, yakni Universitas Syiah Kuala (USK), Universitas Malikussaleh (Unimal), dan Universitas Teuku Umar (UTU), serta (3) sinkronisasi data dimana terdapat selisih data antara Kerangka Sampel Area (KSA) dan data E-Pusluh. Seluruh pihak sepakat bahwa data ini perlu disinkronkan demi akurasi kebijakan pertanian ke depan.
Kepala Distanbun Aceh, Azanuddin Kurnia, menyambut baik silaturahmi perdana ini. Beliau menekankan pentingnya saling bersinergi dalam mendukung pelaksanaan kegiatan Kementan di Aceh. "Distanbun Aceh berkomitmen penuh membantu BBRMP Aceh dalam mendukung program-program strategis Kementan, mulai dari laporan Luas Tambah Tanam (LTT), mitigasi dampak bencana pertanian, penyaluran bantuan pemerintah dari dirjen teknis, hingga program cetak sawah rakyat," ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, pihak BPS Aceh menyatakan kesiapan penuh dalam mendukung program Kementan di Aceh. BPS berkomitmen untuk terus berkoordinasi secara aktif dengan Distanbun dan BBRMP, khususnya dalam upaya sinkronisasi data KSA dan E-Pusluh agar menjadi satu data pertanian yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.