Perkuat Modernisasi dan Inovasi Kopi Arabika, Kepala BRMP Aceh Kunjungi IP2MP Gayo di Bener Meriah
Bener Meriah – Dalam upaya mendorong modernisasi sektor pertanian dan memperkuat hilirisasi komoditas unggulan daerah, Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Aceh, Firdaus, melakukan kunjungan kerja ke Instalasi Pengujian dan Penerapan Modernisasi Pertanian (IP2MP) Gayo di Kabupaten Bener Meriah pada Rabu (15/7/2026).
Kunjungan ini bertujuan untuk memantau langsung perkembangan kegiatan di lapangan, mengevaluasi kesiapan sarana dan prasarana, serta memberikan arahan strategis kepada seluruh jajaran IP2MP Gayo agar terus meningkatkan kinerja pelayanan dan mempercepat transfer teknologi kepada petani.
IP2MP Gayo dikenal memiliki aset luar biasa berupa lahan seluas ±20 hektare yang didominasi oleh tanaman kopi Arabika khas dataran tinggi Gayo. Lahan ini memegang peran krusial sebagai pusat percontohan, penyediaan benih berkualitas, serta ruang pembelajaran inovatif bagi para pelaku usaha tani.
Dalam arahannya di hadapan para pegawai, Firdaus menegaskan pentingnya penerapan modernisasi pertanian yang konkret di wilayah kerja IP2MP Gayo. Beliau menekankan bahwa profesionalisme, integritas, kolaborasi, dan kedisiplinan adalah pilar utama dalam memberikan pelayanan prima.
"Dengan semangat kebersamaan dan dedikasi yang tinggi, saya berharap seluruh pegawai IP2MP Gayo mampu mengawal program strategis Kementerian Pertanian. Kita harus bergerak cepat dalam memperkuat pendampingan kepada petani dan mempercepat penerapan inovasi teknologi demi terwujudnya swasembada pangan berkelanjutan serta peningkatan kesejahteraan petani," ujar Firdaus.
Menyambut arahan tersebut, Koordinator IP2MP Gayo, Ishar, memaparkan kondisi riil di lapangan serta tantangan yang dihadapi ke depan. Mengingat beban kerja dan fungsi IP2MP Gayo yang terus berkembang pesat, Ishar mengharapkan adanya dukungan tambahan, khususnya terkait kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM).
"Kami sangat berharap ke depan ada penambahan SDM yang kompeten untuk mendukung akselerasi tugas dan fungsi kami yang kian dinamis," ungkap Ishar.
Selain masalah SDM, Ishar juga menitikberatkan pentingnya dukungan penuh terhadap pengembangan Kebun Induk Kopi Arabika. Kebun induk ini diproyeksikan menjadi: pusat penyediaan benih kopi Arabika unggul dan bersertifikat, sarana edukasi dan pembelajaran praktis bagi petani serta akademisi, pusat riset dan pengembangan inovasi teknologi budidaya kopi yang adaptif terhadap perubahan iklim.
Melalui sinergi penguatan SDM dan optimalisasi kebun induk ini, IP2MP Gayo optimis dapat bertransformasi menjadi pusat pengembangan kopi Arabika yang berdaya saing tinggi, tidak hanya di wilayah Gayo, melainkan juga bagi Provinsi Aceh dan nasional pada umumnya.