Akselerasi Swasembada Pangan, Penanggung Jawab Provinsi Gelar Monev di Aceh Tengah
Aceh Tengah – Dalam upaya memastikan keberhasilan Program Strategis Kementerian Pertanian, Penanggung Jawab Swasembada Pangan Berkelanjutan untuk Provinsi Aceh, Agus Susanto, melakukan kunjungan kerja dalam rangka monitoring dan evaluasi (monev) di Kabupaten Aceh Tengah, Rabu (15/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Bies, Kecamatan Bies tersebut bertujuan untuk memastikan seluruh program berjalan tepat sasaran, sesuai target, serta memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produksi dan ketahanan pangan di wilayah Aceh.
Dalam arahannya saat temu wicara bersama para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Agus menekankan pentingnya peran aktif penyuluh sebagai garda terdepan. Ia menginstruksikan para PPL untuk: Identifikasi Masalah: Aktif mencari solusi cepat atas kendala yang dihadapi di lapangan, Evaluasi Kinerja: Mengawal capaian indikator serta realisasi kegiatan agar sesuai dengan target yang ditetapkan, Penguatan Sinergi: Memastikan kolaborasi yang solid antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan terkait, dan Rekomendasi Strategis: Menyusun langkah tindak lanjut yang konkret guna mendukung keberlanjutan swasembada pangan.
Lebih dari sekadar aspek teknis, Agus kembali mengingatkan bahwa tugas penyuluh membutuhkan keikhlasan, kesabaran, dan komitmen tinggi. Menurutnya, mengubah pola pikir (mindset) petani memerlukan pendekatan yang tidak instan.
"Mengubah pola pikir petani bukanlah pekerjaan singkat. Diperlukan pendekatan yang humanis, komunikasi yang baik, serta keteladanan agar petani semakin terbuka terhadap inovasi dan teknologi pertanian," ujar Agus.
Melalui pendampingan yang konsisten, para penyuluh diharapkan mampu bertindak sebagai motivator bagi petani. Dengan semangat pengabdian tersebut, produktivitas pertanian di Aceh Tengah diharapkan dapat meningkat, yang pada akhirnya akan bermuara pada peningkatan kesejahteraan petani serta terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan di Provinsi Aceh secara menyeluruh.