BRMP Aceh Hadiri Pertemuan Pengawasan Usaha Perkebunan Besar
Banda Aceh – Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Aceh, Firdaus, menghadiri Pertemuan Pembinaan dan Pengawasan Usaha Perkebunan Besar yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh di The Pade Hotel, Banda Aceh, pada 15–16 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi antarpemangku kepentingan dalam mewujudkan tata kelola usaha perkebunan yang tertib, berkelanjutan, dan berdaya saing.
Pertemuan tersebut diikuti oleh berbagai unsur, meliputi instansi pemerintah, Kantor Wilayah ATR/BPN Aceh, aparat pengawasan, perusahaan perkebunan besar, pabrik kelapa sawit, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), serta perwakilan pemerintah kabupaten dan kota se-Aceh. Melalui forum ini, para peserta menyamakan persepsi sekaligus memperkuat koordinasi dalam penataan usaha perkebunan dan pengembangan iklim investasi yang kondusif di Aceh.
Dalam sambutan Gubernur Aceh Muzakir Manaf yang dibacakan oleh Asisten III Sekretariat Daerah Aceh, Murtala, Pemerintah Aceh menegaskan komitmennya untuk terus mendorong terciptanya iklim investasi yang sehat melalui kepastian hukum, penyederhanaan tata kelola, legalisasi lahan pekebun, serta penguatan pemanfaatan sistem informasi yang terintegrasi. Pemerintah juga mengajak seluruh pelaku usaha untuk menyampaikan data secara terbuka guna mencegah terjadinya tumpang tindih perizinan maupun konflik agraria dan lingkungan.
Rangkaian kegiatan turut diisi dengan pemaparan materi mengenai pembinaan dan pengawasan usaha perkebunan, tata kelola investasi, pemanfaatan sistem informasi perkebunan, serta berbagai kebijakan strategis yang mendukung pengembangan sektor perkebunan di Aceh. Forum diskusi juga menjadi wadah bertukar pengalaman dan memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan pengelolaan usaha perkebunan yang semakin dinamis.
Keikutsertaan BRMP Aceh dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap upaya penguatan sinergi lintas instansi dalam mewujudkan tata kelola perkebunan yang modern, transparan, dan berkelanjutan. Melalui kolaborasi yang semakin erat, diharapkan pembangunan sektor perkebunan di Aceh dapat berjalan lebih efektif, meningkatkan daya saing komoditas, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.