Perkuat Sinergi, Balai Veteriner Medan Jalin Koordinasi Pengembangan Ayam Petelur ke BRMP Aceh
Banda Aceh – Dalam rangka persiapan pelaksanaan kegiatan Pengembangan Ayam Petelur Tahun Anggaran 2026 di wilayah Provinsi Aceh, Balai Veteriner (BV) Medan melakukan kunjungan koordinasi ke Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Aceh, Kamis (04/06/2026).
Kunjungan yang berlangsung di Aula BRMP Aceh mulai pukul 09.00 WIB tersebut diterima oleh Kepala Bagian Tata Usaha BRMP Aceh, Rizki Ardiansyah. Turut hadir dalam koordinasi ini tim teknis dari BV Medan dan para penanggungjawab kegiatan di BRMP Aceh.
Kepala BV Medan, Arief Hukni menyampaikan kunjungan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dan memperkuat sinergi antar unit kerja dalam rangka menyukseskan program Pengembangan Ayam Petelur TA 2026 di Aceh. “Koordinasi lintas UPT sangat penting agar pelaksanaan di lapangan nanti berjalan efektif, tepat sasaran, dan sesuai dengan kaidah kesehatan hewan serta good farming practices,” ujarnya. Dan yang paling utama tujuan kunjungan ini adalah untuk mengkoordinasikan langkah-langkah percepatan Calon Petani Calon Lahan (CPCL) agar program pengembangan ayam petelur dapat berjalan sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Dalam pertemuan, kedua belah pihak membahas sejumlah agenda strategis, antara lain: 1) Pemetaan calon lokasi dan calon peternak penerima manfaat program, 2) Skema pendampingan teknis dan penerapan teknologi modern peternakan ayam petelur, 3) Penguatan aspek kesehatan hewan, biosekuriti, dan pencegahan penyakit, serta 4) Mekanisme monitoring dan evaluasi kegiatan secara terpadu.
Program Pengembangan Ayam Petelur TA 2026 merupakan salah satu upaya Kementerian Pertanian dalam meningkatkan ketersediaan protein hewani, menstabilkan harga telur, serta mendorong pertumbuhan ekonomi peternak rakyat di Aceh. Sinergi antara BV Medan dan BRMP Aceh diharapkan menjadi kunci keberhasilan program di lapangan. Koordinasi yang baik dengan pihak terkait sangatlah penting seperti puskeswan dan sebagainya. Hal ini agar pelaksanaan kegiatan Pengembangan Ayam Petelur dapat berjalan dengan baik.
Kegiatan koordinasi ditutup dengan komitmen bersama untuk segera menindaklanjuti hasil pertemuan dengan penyusunan rencana kerja teknis dan jadwal pelaksanaan kegiatan di kabupaten/kota sasaran. Dan teknis di lapangan nantinya harus dilaksanakan sesuai aturan yang berlaku.