Sinergi Wujudkan Swasembada Pangan, UTU dan BRMP Aceh Tandatangani MoA Kerjasama Strategis
Dalam upaya memperkuat peran akademisi dan pemerintah dalam mendorong kedaulatan pangan, Universitas Teuku Umar (UTU) menggelar silaturahmi sekaligus penandatanganan Nota Perjanjian Kerjasama (Memorandum of Agreement/MoA) dengan Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Aceh, Senin (19/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung hangat ini dihadiri langsung oleh Wakil Rektor UTU, Dekan Fakultas Pertanian (FP) UTU beserta jajaran dan tim pendamping, serta Kepala BRMP Aceh beserta jajarannya.
Dalam sambutannya, Kepala BRMP Aceh menyampaikan apresiasi atas hubungan baik yang telah terjalin lama antara pihak Kementerian Pertanian (Kementan) dan civitas akademika. Beliau menjelaskan transformasi kelembagaan instansi dari BPTP, BSIP, hingga kini menjadi BRMP sebagai Unit Kerja Eselon 2 di bawah Kementerian Pertanian.
Transformasi ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan lapangan, di mana BRMP tidak hanya fokus pada standardisasi dan instrumen inovasi teknologi, tetapi juga diberi kewenangan menjalankan pengkajian hasil inovasi sebelum dilepas ke masyarakat. Saat ini, BRMP Aceh juga dipercaya mengelola sistem dan fungsional penyuluhan di tingkat provinsi guna mempercepat alur instruksi serta penyaluran bantuan langsung dari pusat ke petani.
"Sinergi antara pemerintah pusat, insan akademisi, pemerintah daerah, dan para penyuluh di lapangan adalah kunci. Inovasi teknologi pertanian tidak boleh berhenti di atas kertas, tetapi harus sampai ke lapangan dan dirasakan langsung dampaknya oleh petani," ujarnya.
Lebih lanjut, beliau menegaskan komitmennya dalam mendukung program strategis Kementerian Pertanian, seperti pencapaian Swasembada Pangan melalui Luas Tambah Tanam (LTT), optimalisasi lahan rawa dengan sistem irigasi perpipaan (Irpip) dan pompa (Irpom), serta target produktivitas hingga 10 ton/ha melalui program PM-AAS. BRMP Aceh juga membuka diri untuk pemanfaatan fasilitas Instalasi Pengujian dan Penerapan Modernisasi Pertanian (IP2MP) IP2MP Gayo yang memiliki 40 varietas kopi dunia, IP2MP di Aceh Timur (komoditi kelapa), hingga visitor plot hortikultura di Lampineung sebagai sarana penelitian dan magang bagi para mahasiswa.
Dekan Fakultas Pertanian Universitas Teuku Umar merespons positif penguatan kerja sama ini. Beliau menyampaikan bahwa FP UTU saat ini membina lebih dari 1.000 mahasiswa yang tersebar di 5 program studi jenjang Sarjana (S1), yaitu Agroteknologi, Agribisnis, Peternakan, Teknologi Hasil Pertanian, dan Biosains Hewan.
FP UTU memiliki rekam jejak nyata di lapangan, salah satunya sukses mengawal rekonstruksi optimalisasi lahan (oplah) rawa seluas 5.200 hektar yang kini dampaknya sangat dirasakan oleh petani.
"Kami siap berkolaborasi melalui pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Baik dalam bentuk penerapan model teknologi terapan, publikasi karya tulis ilmiah (KTI), penerjunan mahasiswa magang di IP2MP, hingga penelitian teknologi peremajaan (replanting) untuk komoditi kelapa tua maupun pemuliaan plasma nutfah padi lokal," ungkap Dekan FP UTU.
Sesi diskusi interaktif turut membahas rencana strategis program Cetak Sawah Baru seluas 1.916 hektar yang tersebar di Kabupaten Aceh Besar, Simeulue, dan Aceh Barat. FP UTU menyatakan kesiapannya menjadi mitra utama di lapangan untuk membantu penyediaan data dan pengawalan teknologi pemuliaan tanaman.
Menanggapi hal tersebut, Kepala BRMP Aceh menyambut baik kesiapan UTU. Pihaknya membutuhkan data lapangan yang cepat, presisi, dan akurat untuk program Survey, Investigation, and Design (SID), terutama guna mengantisipasi perbedaan data antar-dinas serta mempercepat pemulihan lahan pascabencana. BRMP berharap lahan-lahan potensial yang berdekatan dengan universitas dapat dikelola langsung bersama akademisi setempat demi mengakselerasi ketercapaian target swasembada pangan di Aceh.
Acara silaturahmi ini diakhiri dengan pembacaan poin-poin kerja sama, penandatanganan dokumen MoA, serta komitmen bersama untuk memperkuat monitoring dan evaluasi secara berkala dari setiap program yang dijalankan.