Tim BRMP Aceh Dampingi Ditjenbun Verifikasi CPCL ABT Kelapa Dalam di Aceh Utara dan Pidie Jaya
Aceh Utara & Pidie Jaya (4-7 agustus 2026) – Tim Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Aceh mendampingi Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) dalam pelaksanaan verifikasi kegiatan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) Kelapa Dalam di kabupaten terdampak bencana, yaitu Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Aceh Timur. Kegiatan verifikasi Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan kesiapan dan kesesuaian calon lokasi serta calon penerima kegiatan pengembangan komoditas kelapa dalam. Verifikasi lapangan menjadi tahapan penting untuk memastikan bahwa pelaksanaan program dapat berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi petani.
Dalam kegiatan tersebut, tim Ditjenbun bersama tim BRMP Aceh melakukan peninjauan secara langsung terhadap kondisi CPCL, meliputi kesesuaian lokasi, luas areal, kondisi tanaman dan lahan, serta data calon penerima. Tim juga melakukan koordinasi dengan Kepala Dinas dan pihak terkait lainnya di tingkat kabupaten maupun kecamatan guna menggali informasi mengenai kondisi dan kebutuhan pengembangan kelapa dalam di wilayah tersebut.
Kabupaten Aceh Utara dan Pidie Jaya merupakan wilayah yang sangat terdampak bencana hidrometrologi pada November 2025 lalu, tidak hanya lahan sawah melainkan juga lahan-lahan perkebunan ikut rusak. Oleh karena itu kegiatan verifikasi CPCL ini sangat penting dilakukan dalam memastikan penerima bantuan. Kedua kabupaten ini memiliki potensi perluasan dan pengembangan komoditas kelapa dalam.
Kegiatan verifikasi ini juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara Ditjenbun, BRMP Aceh, pemerintah daerah, penyuluh, dan kelompok tani dalam mendukung pengembangan perkebunan yang produktif, berkelanjutan, dan berdaya saing. Melalui kolaborasi dan pendampingan yang berkelanjutan, BRMP Aceh berkomitmen mendukung percepatan program pembangunan pertanian dan perkebunan di Aceh, sekaligus memastikan setiap program pemerintah dapat dilaksanakan secara efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat tani.