BRMP Aceh Dampingi Percepatan CPCL Bantuan Kopi Arabika Pascabencana
[Aceh Tengah] Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Aceh mendampingi Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian dalam percepatan penyiapan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) bantuan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) untuk pemulihan perkebunan kopi arabika di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah.
Pendampingan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi perkebunan kopi arabika yang terdampak bencana hidrometeorologi. Bencana tersebut menyebabkan sejumlah areal perkebunan mengalami kerusakan, antara lain akibat longsor, tertimbun material, serta rusaknya tanaman dan lahan usaha tani.
Kondisi tersebut berdampak terhadap keberlanjutan produksi kopi serta pendapatan petani. Oleh karena itu, penyiapan dan verifikasi CPCL menjadi tahapan penting untuk memastikan bantuan pemerintah diberikan secara tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
Proses verifikasi meliputi identifikasi calon penerima, kondisi dan luas lahan, kesesuaian lokasi, serta kesiapan kelompok tani dalam melaksanakan program rehabilitasi perkebunan kopi. Percepatan tahapan tersebut diharapkan dapat mendukung pemulihan kebun kopi masyarakat yang terdampak bencana.
Untuk Kabupaten Aceh Tengah, bantuan ABT diarahkan untuk mendukung pemulihan perkebunan kopi arabika seluas sekitar 8.486 hektare, sedangkan di Kabupaten Bener Meriah mencakup sekitar 3.228 hektare. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk penyulaman maupun penanaman kembali tanaman kopi yang rusak atau hilang akibat bencana.
Selain pendampingan CPCL, BRMP Aceh juga terus mendorong penerapan Good Agricultural Practices (GAP) dalam pengelolaan perkebunan kopi. Di Kabupaten Aceh Tengah, saat ini tengah berlangsung proses penyaluran bibit kopi untuk areal sekitar 4.000 hektare kepada petani penerima.
BRMP Aceh menekankan pentingnya ketepatan data penerima, transparansi, serta kesesuaian bantuan dengan kondisi di lapangan agar program pemulihan dapat memberikan manfaat optimal bagi petani.
Kopi arabika merupakan salah satu komoditas unggulan dataran tinggi Gayo yang memiliki peran strategis bagi perekonomian masyarakat Aceh Tengah dan Bener Meriah. Karena itu, percepatan pemulihan perkebunan kopi pascabencana menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutan produksi sekaligus meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.
Melalui pendampingan dan koordinasi bersama Ditjenbun, pemerintah daerah, penyuluh, serta kelompok tani, BRMP Aceh berkomitmen mengawal proses pemulihan perkebunan kopi arabika agar berjalan secara bertahap, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan petani di lapangan.