BRMP Aceh Kawal Pemulihan Pertanian Pascabencana di Kota Lhokseumawe
Lhokseumawe, 29 September 2026 – BRMP Aceh terus memperkuat pendampingan pemulihan sektor pertanian pascabencana melalui koordinasi dan verifikasi lapangan di Kota Lhokseumawe. Kegiatan difokuskan pada identifikasi kondisi lahan sawah, tanaman, serta sarana pengairan sebagai bahan tindak lanjut pemulihan pertanian di wilayah terdampak.
Kegiatan diawali dengan koordinasi bersama Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian, dan Pangan (DKPPP) Kota Lhokseumawe, serta ketua tim kerja dan penyuluh pertanian di BPP Blang Mangat. Koordinasi dilakukan untuk menyinkronkan informasi terkait kondisi pertanian terdampak dan kebutuhan pemulihan di lapangan.
Selanjutnya, tim BRMP Aceh melakukan peninjauan dan verifikasi lapangan di Kecamatan Blang Mangat, meliputi Desa Blang Buloh, Alue Lim, dan Seuneubok. Peninjauan mencakup kondisi lahan sawah, tanaman padi, jaringan irigasi, serta pintu air yang mendukung ketersediaan air bagi kegiatan usaha tani.
Di Desa Blang Buloh, tim meninjau kondisi awal lokasi pembangunan pintu air dan jaringan irigasi pada areal seluas sekitar 91,36 hektare. Hasil peninjauan menunjukkan bahwa ketersediaan air masih menjadi salah satu kendala dalam kegiatan budidaya. Waktu tanam juga belum berlangsung serentak dan sekitar 50 hektare lahan belum ditanami.
Sementara itu, di Desa Alue Lim, tim melakukan verifikasi kondisi lahan dan sarana pengairan. Sekitar 45 hektare telah ditanami pada musim tanam kedua dengan kondisi tanaman secara umum baik. Tim juga mengidentifikasi kebutuhan normalisasi saluran dan peningkatan ketersediaan air untuk mendukung optimalisasi lahan.
Peninjauan di Desa Seuneubok difokuskan pada kondisi jaringan irigasi dan areal persawahan. Meskipun jaringan irigasi utama dalam kondisi cukup baik, ketersediaan air masih menjadi perhatian, terutama dalam menghadapi kondisi kekeringan.
Melalui kegiatan tersebut, BRMP Aceh terus mengawal pemulihan pertanian pascabencana melalui koordinasi, verifikasi lapangan, dan identifikasi kebutuhan di tingkat lapangan. Hasil peninjauan menjadi bahan tindak lanjut bersama pemerintah daerah dan penyuluh dalam mendukung optimalisasi lahan serta keberlanjutan usaha tani masyarakat di Kota Lhokseumawe.