BRMP Aceh Perkuat Kolaborasi dan Teknologi Percepatan Tanam Padi di Pidie
Pidie — Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Aceh memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Pidie dan berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung percepatan tanam padi pada Musim Tanam (MT) Rendeng Tahun 2026/2027.
Dalam Rapat Koordinasi Turun Sawah MT Rendeng Tahun 2026/2027 yang berlangsung di Aula Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Pidie, pada Selasa, 29 September 2026. Forum ini menjadi momentum untuk menyatukan langkah pemerintah daerah, instansi teknis, penyuluh, dan petani dalam memastikan kesiapan lahan, ketersediaan air, serta penerapan teknologi pertanian di lapangan.
Wakil Bupati Pidie, Alzaizi Umar, menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam meningkatkan produktivitas padi. Menurutnya, percepatan tanam perlu didukung dengan pengelolaan sumber daya air yang baik agar kegiatan budidaya dapat berjalan optimal.
“Kita perlu bekerja keras dan berkolaborasi untuk peningkatan produktivitas padi. BWS sangat penting perannya untuk ketersediaan air di lahan petani,” ujar Alzaizi.
Kepala BRMP Aceh, Firdaus, mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Pidie yang telah mendorong percepatan olah tanah sebagai bagian dari persiapan menghadapi MT Rendeng Tahun 2026/2027.
“Kami sangat mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Pidie, Bapak Wakil Bupati, yang telah melaksanakan percepatan olah tanah untuk MT Rendeng ini. Percepatan olah tanah menjadi langkah penting agar pertanaman dapat dilakukan tepat waktu,” kata Firdaus.
Menurut Firdaus, percepatan tanam tidak hanya berkaitan dengan peningkatan luas tanam, tetapi juga perlu diikuti dengan penerapan teknologi yang sesuai dengan kondisi lahan dan kebutuhan petani. Karena itu, BRMP Aceh terus mendorong pemanfaatan inovasi modernisasi pertanian untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani.
“BRMP Aceh akan terus berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Pidie, BWS, penyuluh dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan teknologi yang tepat dapat diterapkan di tingkat petani. Kita ingin percepatan tanam ini tidak hanya mengejar luas tanam, tetapi juga memberikan dampak terhadap peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani,” jelasnya.
Dalam rapat tersebut, BRMP Aceh menyampaikan dukungan teknologi dan strategi peningkatan produktivitas pertanian. Sementara itu, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I memberikan paparan mengenai dukungan pengelolaan sumber daya air untuk menunjang kegiatan pertanian.
Keterpaduan antara teknologi budidaya dan pengelolaan sumber daya air menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan produksi padi. Selain itu, kesiapan lahan, sarana produksi, penyuluhan, dan ketepatan waktu tanam juga perlu dikawal secara bersama agar pelaksanaan MT Rendeng dapat berjalan sesuai target.
Rapat koordinasi juga membahas penyusunan jadwal turun ke sawah serta penandatanganan kesepakatan jadwal tanam. Kesepakatan tersebut diharapkan menjadi pedoman bersama bagi pemerintah daerah, penyuluh, dan petani dalam melaksanakan kegiatan tanam pada MT Rendeng Tahun 2026/2027.
Firdaus menegaskan, penerapan teknologi di tingkat petani menjadi bagian penting dalam memastikan inovasi pertanian memberikan dampak nyata terhadap produksi.
“Teknologi yang dihasilkan harus benar-benar sampai dan diterapkan oleh petani. Karena itu, BRMP akan memperkuat diseminasi inovasi, pendampingan dan kolaborasi dengan penyuluh agar penerapan teknologi modern dapat memberikan hasil yang nyata di lapangan,” ujarnya.
Melalui penguatan koordinasi tersebut, BRMP Aceh bersama Pemerintah Kabupaten Pidie, BWS Sumatera I, penyuluh, dan para pemangku kepentingan berkomitmen mendukung percepatan tanam padi MT Rendeng Tahun 2026/2027. Langkah ini sekaligus diarahkan untuk meningkatkan produktivitas dan produksi padi serta memperkuat upaya pencapaian swasembada pangan dan kesejahteraan petani.