BRMP Aceh dan Distanpan Pidie Jaya Bersinergi Pacu Swasembada Pangan 2026
PIDIE JAYA – Pemerintah Indonesia melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 telah menetapkan penguatan ketahanan pangan nasional sebagai program prioritas strategis. Langkah konkret yang ditempuh meliputi ekstensifikasi dan intensifikasi lahan melalui pompanisasi, penyediaan benih unggul, penyaluran pupuk subsidi tepat sasaran, mekanisasi pertanian, hingga hilirisasi produk pangan.
Dalam rangka mendukung program prioritas tersebut, pemerintah terus mendorong percepatan pencapaian swasembada pangan. Upaya ini memerlukan perencanaan yang terintegrasi, pemetaan potensi wilayah, serta identifikasi berbagai kendala di lapangan melalui penguatan koordinasi dan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan terkait.
Sebagai salah satu unit pelaksana teknis Kementerian Pertanian, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Aceh mengambil peran strategis dalam mendukung peningkatan produksi dan produktivitas pertanian di wilayah kerjanya. Untuk mendukung kesuksesan program nasional ini, tim BRMP Aceh melaksanakan kunjungan koordinasi dan sinkronisasi ke Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) Kabupaten Pidie Jaya pada tanggal 25-26 Juni 2026.
Langkah ini diambil guna memperoleh informasi aktual mengenai kondisi eksisting sektor pertanian, potensi pengembangan komoditas pangan, ketersediaan sarana dan prasarana pendukung, serta berbagai kendala lapangan terkait Luas Tambah Tanam (LTT) demi menggenjot produksi regional. "Hasil dari kegiatan koordinasi ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan penting dalam penyusunan rekomendasi serta langkah tindak lanjut nyata. Kita ingin memastikan percepatan terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan di Kabupaten Pidie Jaya dapat berjalan efektif," ujar perwakilan tim BRMP Aceh.
Selain melakukan diskusi formal, tim BRMP Aceh juga turun langsung ke lapangan untuk meninjau kondisi riil di sektor pertanian Pidie Jaya. Kunjungan lapangan ini didampingi langsung oleh Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Pidie Jaya, Muhammad Nur, serta Ketua Tim Kerja (Katimker) Penyuluh Pertanian Wilayah Pidie Jaya, Khalil Al Wazir.
Hingga saat ini, pelaksanaan kegiatan mendukung swasembada pangan di Kabupaten Pidie Jaya untuk Tahun Anggaran 2026 telah menunjukkan progres yang signifikan. Berdasarkan data pemetaan terbaru, berikut adalah capaian di lapangan: Luas Tambah Tanam (LTT) Reguler Telah seluas 16.712 Ha. Optimasi Lahan (Oplah) Bencana 1.112 Ha dan telah dibentuk 6 Brigade Pangan yang siap mengawal operasional dan mekanisasi pertanian di wilayah tersebut.
Sinergi yang kuat antara BRMP Aceh dan Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya ini diharapkan menjadi motor penggerak utama dalam mewujudkan kedaulatan pangan modern, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Serambi Mekah.