Kawal Pemulihan Pasca-Banjir, BRMP Aceh Pendampingan Rehabilitasi Sawah dan Irigasi di Pidie Jaya
PIDIE JAYA — Swasembada Pangan terus diakselerasi sebagai program strategis pemerintah dalam mewujudkan kemandirian, ketersediaan, serta stabilitas pangan nasional. Sebagai salah satu lumbung padi utama di Provinsi Aceh, keberlanjutan produksi pertanian di Kabupaten Pidie Jaya memegang peranan krusial dalam menjaga ketahanan pangan daerah maupun nasional.
Pasca-bencana banjir hidrometeorologi yang sempat merusak persawahan dan jaringan irigasi di beberapa kecamatan, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Aceh bergerak mendampingi pemulihan infrastruktur pertanian yang terdampak. Langkah ini diambil guna mencegah pergeseran jadwal tanam dan penurunan produktivitas petani.
Penanggung Jawab Kegiatan Swasembada Pangan BRMP Aceh, Ketua Kelompok Substansi Pendampingan, Lamhot Edy Pakpahan, turun langsung memimpin tim pengawalan koordinasi dan meninjau ke lapangan. Kegiatan ini didampingi langsung oleh Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Pidie Jaya, Azwar Khalid, Ketua Tim Kerja Wilayah Pidie Jaya, Khalil Al Wazir, Koordinator Data, serta Ketua Gapoktan Bina Jaya Alue, Desa Ketapang.
Capaian Pemulihan Infrastruktur Pertanian Terdampak
1. Kecamatan Bandar Dua (Desa Alue Ketapang), rehabilitasi konstruksi lahan sawah dan jaringan irigasi telah selesai dilaksanakan sesuai kontrak kerja. Pekerjaan mencakup galian saluran sepanjang 2.372 meter, striping seluas 45,33 hektare, pembuatan saluran pasangan batu sepanjang 141,40 meter, serta pemasangan gorong-gorong beton sepanjang 50 meter. Saat ini, lahan sawah di wilayah ini sudah memasuki tahap penanaman kembali; 2. Kecamatan Bandar Baru (Poktan Cot Keureundong, Desa Blang Dalam), pekerjaan fisik terbilang rampung dengan baik, meliputi galian saluran sepanjang 452,80 meter, striping seluas 10,47 hektare, serta pembangunan saluran pasangan batu sepanjang 62,80 meter. Lahan sawah di kawasan ini kini telah menghijau dan memasuki masa pertumbuhan vegetatif.
Melalui pendampingan dan perbaikan infrastruktur yang tepat waktu ini, BRMP Aceh bersama Dinas Pertanian dan Pangan Pidie Jaya memastikan aktivitas budidaya petani kembali normal untuk menjaga produktivitas padi tetap optimal.