Percepat Pendampingan, BRMP Aceh Matangkan Tanam Serentak di Lahan Rehabilitasi
Banda Aceh – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Aceh menggelar rapat Percepatan Realisasi Kegiatan Pendampingan di Aula BRMP Aceh, pada hari Senin, 15 Juni. Kegiatan ini dipimpin oleh Kepala BRMP Aceh, Firdaus dan diikuti oleh penanggung jawab swasembada, koordinator tim kerja kabupaten, serta para penanggung jawab dan liaison officer (PJ/LO) pendampingan.
Rapat dilaksanakan untuk mengevaluasi perkembangan kegiatan pendampingan di daerah, memantau progres rehabilitasi lahan pertanian pascabencana, serta menyusun langkah percepatan pelaksanaan program dalam mendukung peningkatan produksi pertanian dan swasembada pangan di Aceh.
Dalam arahannya, Kepala BRMP Aceh Firdaus menekankan pentingnya percepatan realisasi kegiatan di lapangan, khususnya pada lokasi rehabilitasi lahan sawah pascabencana yang saat ini telah memasuki tahap pengolahan lahan dan persiapan tanam di sejumlah kabupaten.
“Apabila terdapat lokasi yang telah siap tanam, kita dapat mengoordinasikan pelaksanaan tanam serentak sebagai bentuk percepatan pemanfaatan kembali lahan yang telah direhabilitasi,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, masing-masing koordinator tim kerja kabupaten menyampaikan perkembangan kegiatan di wilayah pendampingan. Beberapa daerah seperti Aceh Utara, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Timur, dan Aceh Tamiang melaporkan progres yang beragam, mulai dari penyelesaian rehabilitasi jaringan irigasi, pengolahan lahan, persemaian, hingga persiapan tanam pada lahan rehabilitasi bencana.
Berdasarkan hasil diskusi dan laporan lapangan, BRMP Aceh merencanakan pelaksanaan kegiatan tanam serentak pada lokasi rehabilitasi bencana yang dinilai paling siap. Salah satu lokasi yang menjadi fokus tindak lanjut adalah kawasan Paloh Awe, Kabupaten Aceh Utara, yang telah memasuki tahap pengolahan lahan dan diproyeksikan siap untuk kegiatan tanam.
Melalui kegiatan ini, BRMP Aceh terus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh, dan petani guna memastikan seluruh program pembangunan pertanian berjalan efektif, sekaligus mendukung percepatan peningkatan luas tanam dan produktivitas pertanian di Provinsi Aceh.