RAPAT KOORDINASI PERCEPATAN PENCAPAIAN LTT PROVINSI ACEH
Target pusat untuk Luas Tambah Tanam (LTT) propinsi Aceh pada bulan Mei telah ditetapkan sebesar 33.794 Ha, dan untuk menindaklanjuti hal tersebut maka pada Kamis, (07-05-2026), melalui Zoom Meeting, telah dilaksanakan Rapat Koordinasi tingkat provinsi guna membahas upaya strategis percepatan pencapaian LTT tersebut.
Rapat koordinasi ini dihadiri oleh jajaran pimpinan Kementerian Pertanian Republik Indonesia dan unsur pimpinan daerah, antara lain: Hendri Sosiawan, yang merupakan Tenaga Ahli Menteri Pertanian bidang teknologi inovasi pengelolaan irigasi; penanggungjawab swasembada pangan berkelanjutan propinsi Aceh, Agus Susanto;
Eko Nugroho Dharmo Putro, S.Kom., M.A.P. (Plt. Kepala PUSLUHTAN BPPSDMP); R. Hermawan, S.P., M.P. (Direktur POLBANGTAN YOMA);
Dr. Ir. Azanuddin Kurnia, SP, MP, IPU, ASEAN Eng (Plt.Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh); para Kepala Dinas Pertanian Kabupaten/Kota se-Provinsi Aceh; para Penanggung Jawab SSP Kabupaten/Kota se-Provinsi Aceh; pata Kelompok Substansi (Kelsi) dan Ketua Tim Kerja (Katimker) Provinsi Aceh;
para Ketua Tim Kerja (Katimker) Kabupaten/Kota se-Provinsi Aceh; para Liaison Officer (LO) Brigade Pangan POLBANGTAN YOMA; para Koordinator BPP seluruh Aceh; dan para Koordinator Data Kabupaten/Kota se-Provinsi Aceh.
Agenda utama pertemuan ini adalah Koordinasi Percepatan Pencapaian LTT Mei 2026 guna merespons target yang ditetapkan pusat untuk Provinsi Aceh seluas 33.794 Ha. Dalam rapat tersebut, poin-poin strategis yang dirumuskan meliputi: (1) Penyusunan Strategi Taktis: Melakukan sinkronisasi data lapangan antara Koordinator Data Kabupaten/Kota dengan sistem pelaporan pusat untuk memastikan setiap jengkal lahan yang tertanam terinput dengan akurat; (2) Mobilisasi Brigade Pangan: Mengoptimalkan peran LO Brigade Pangan POLBANGTAN YOMA dalam mengawal implementasi teknologi dan manajemen tanam di tingkat lapangan; (3)Penguatan Peran BPP: Menginstruksikan kepada seluruh Koordinator BPP di Aceh untuk melakukan pengawalan intensif harian terhadap petani agar target 33.794 Ha dapat tercapai sebelum akhir bulan Mei 2026; (4) Sinergi Antar Instansi: Memperkuat kolaborasi antara Tim SSP (Satuan Satgas Pangan), Dinas Pertanian Provinsi, dan Kabupaten/Kota dalam mengatasi kendala teknis seperti ketersediaan benih, pupuk, dan alsintan.
Seluruh jajaran yang hadir berkomitmen untuk bekerja secara integratif demi menyukseskan program Luas Tambah Tanam di Provinsi Aceh. Segala kendala yang muncul di tingkat lapangan akan dikoordinasikan secara berjenjang melalui katimker masing-masing wilayah untuk segera diputuskan solusinya oleh pimpinan.