Stakeholder bahas pra-konstruksi cetak sawah rakyat 2026 Bireuen di Medan
Langkah nyata menuju ketahanan pangan nasional terus dipacu. Sehubungan dengan segera dimulainya proyek fisik pembangunan, Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian melalui Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian Kelas I Medan menggelar pertemuan awal atau Pre-Construction Meeting (PCM) untuk pelaksanaan pekerjaan konstruksi Cetak Sawah Rakyat Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh.
Pertemuan krusial ini berlangsung pada Selasa (18/5/2026), bertempat di Aula Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian Kelas I Medan, Sumatera Utara. Ikut hadir Ketua Kelompok Substansi Penerapan Modernisasi Pertanian Aceh, Lamhot Edy Pakpahan.
Acara ini menjadi momentum penting yang langsung dilanjutkan dengan penandatanganan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) sebagai tanda resminya dimulainya proyek di lapangan. Program strategis Cetak Sawah Rakyat TA 2026 di Kabupaten Bireuen ini nantinya akan difokuskan pada 5 wilayah kecamatan, yaitu: Kecamatan Samalanga, Kecamatan Pandrah, Kecamatan Juli, Kecamatan Peusangan dan Kecamatan Makmur
Kegiatan PCM ini diinisiasi dengan tujuan utama untuk menyamakan pemahaman seluruh pihak yang terlibat mengenai peran, tanggung jawab, serta aspek teknis pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
Koordinasi yang matang dinilai menjadi kunci utama agar realisasi fisik cetak sawah berjalan tanpa hambatan. Ada empat agenda utama yang dibahas secara mendalam dalam pertemuan tersebut: (1).Verifikasi Administratif: Pengecekan bersama mengenai kelengkapan dan ketentuan administratif proyek; (2) Bedah Kontrak: Pembahasan detail mengenai syarat-syarat umum serta syarat khusus yang tertuang dalam kontrak kerja; (3) Penyelarasan Desain: Peninjauan ulang dan sinkronisasi antara desain perencanaan dengan kondisi riil di lapangan; (4) Aspek Kepatuhan: Penjelasan tegas terkait sistem sanksi dan komitmen kepatuhan terhadap kontrak yang telah disepakati.
Melalui komitmen bersama dan penandatanganan SPMK ini, proyek Cetak Sawah Rakyat di Kabupaten Bireuen diharapkan dapat berjalan tepat waktu, tepat mutu, dan tepat sasaran, sehingga mampu mendongkrak produktivitas pertanian dan kesejahteraan masyarakat petani di Aceh.